Meranti

Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut Meranti Capai 70 Persen

×

Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SDN Semulut Meranti Capai 70 Persen

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Pembangunan Jembatan Presisi Polri di SDN 018 Semulut, Dusun Semulut, Desa Banglas Barat, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, terus menunjukkan progres signifikan.

Hingga hari keempat pengerjaan, pembangunan jembatan yang menjadi akses vital bagi siswa menuju sekolah tersebut telah mencapai sekitar 70 persen.

Keberadaan jembatan ini menjadi solusi nyata atas persoalan keselamatan yang selama ini menghantui siswa, guru, dan orang tua.

Sebelumnya, para siswa terpaksa melintasi jembatan kayu darurat di atas parit yang diketahui merupakan habitat buaya liar, sehingga menimbulkan risiko tinggi setiap hari.

Pembangunan jembatan tersebut dilaksanakan oleh Satuan Tugas Darurat Pembangunan Jembatan Presisi Polri, didukung personel Polsek Tebing Tinggi, Polsek Rangsang Barat, serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat.

Baca Juga  Korupsi Bibit Kopi di Meranti, Rp663 Juta Uang Negara Berhasil Dipulihkan

Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, mengatakan pembangunan jembatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjamin keselamatan anak-anak dan mendukung keberlangsungan pendidikan di wilayah pedesaan.

“Selama ini siswa harus melewati jembatan kayu darurat di atas parit yang menjadi habitat buaya liar. Dengan hadirnya Jembatan Presisi Polri, risiko tersebut dapat dihilangkan sehingga aktivitas belajar anak-anak menjadi jauh lebih aman,” ujar AKBP Aldi, Senin (2/2/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 48 tiang pancang telah terpasang sebagai pondasi utama jembatan kayu. Struktur tersebut kini telah tersambung hingga ke depan teras SDN 018 Semulut.

“Ini merupakan tahap krusial menuju penyelesaian akhir. Besok sudah mulai pemasangan papan lantai jembatan dan progres diperkirakan mencapai 70 persen,” jelasnya.

Baca Juga  Penumpang Kapal Feri Lompat ke Laut di Perairan Meranti, Pencarian Masih Berlangsung

Pembangunan jembatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan masyarakat. Selama ini, pihak sekolah bahkan harus memasang papan peringatan bahaya buaya di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi keselamatan siswa.

Dengan hampir rampungnya Jembatan Presisi Polri, jalur berbahaya tersebut akan segera ditutup secara permanen dan digantikan dengan akses yang lebih layak, aman, dan manusiawi bagi aktivitas pendidikan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto, kebijakan Kapolri dan Kapolda Riau, serta menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam menjawab persoalan dasar masyarakat pedesaan.

Polri berharap, kehadiran jembatan ini tidak hanya menghilangkan ancaman buaya liar, tetapi juga menjadi simbol perlindungan, kepedulian, dan pengabdian Polri terhadap keselamatan serta masa depan generasi penerus bangsa.