Ekonomi

Harga Bawang Merah di Alahan Panjang Tembus Rp40 Ribu, Petani Sumringah

×

Harga Bawang Merah di Alahan Panjang Tembus Rp40 Ribu, Petani Sumringah

Sebarkan artikel ini
Bawang merah. (Foto: Allofresh.id)

INGATLAH – Harga bawang merah di daerah sentra produksi Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengalami lonjakan signifikan dalam sepekan terakhir.

Harga komoditas hortikultura andalan ini kini menembus angka Rp40 ribu per kilogram, dari sebelumnya hanya berkisar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu.

Pantauan di lapangan pada Senin (14/4/2025), sebagian besar lahan bawang merah di Alahan Panjang belum memasuki masa panen.

Banyak tanaman yang masih berada di fase pertumbuhan pertengahan, yang biasanya membutuhkan waktu antara 60 hingga 75 hari hingga siap panen.

Seorang pengepul bawang merah di Alahan Panjang, Mardi, menyebutkan bahwa minimnya stok dari petani menjadi penyebab utama kenaikan harga.

“Saat ini petani yang panen tidak banyak, sementara permintaan dari kota-kota besar justru meningkat,” ujarnya.

Baca Juga  Selamat dari Galodo Solok, Nurzein Dirawat Intensif di RS M Djamil

Mardi memprediksi harga akan tetap tinggi selama beberapa pekan ke depan, mengingat sulitnya memperoleh pasokan langsung dari petani.

“Kami kesulitan mencari stok. Selain itu, cuaca juga tidak menentu, banyak petani yang gagal panen atau hasil panennya tidak maksimal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebagian petani bahkan memilih beralih ke komoditas lain seperti tomat, kol, dan daun bawang karena dianggap lebih tahan terhadap cuaca buruk.

Sementara itu, para petani menyambut baik kenaikan harga ini. Salah seorang petani, Alif, mengaku bersyukur dengan tingginya harga bawang merah saat ini karena biaya produksi yang mereka tanggung juga meningkat.

Baca Juga  Hujan Deras Lumpuhkan Jalan Lintas Riau-Sumbar, Jalur Ditutup Total 3 Hari

“Perawatan bawang sekarang sulit, pupuk dan pestisida mahal. Jadi, harga jual yang tinggi ini adalah berkah bagi kami,” tutur Alif.

Hal serupa disampaikan oleh petani lainnya, Qabil, yang baru saja memanen bawang merahnya.

“Syukur sekali, panen hari ini pas harga sedang bagus. Mudah-mudahan harganya bertahan,” kata Qabil.

Ia berharap harga tetap stabil karena tantangan menanam bawang merah saat ini makin berat akibat cuaca ekstrem dan tingginya biaya perawatan.

“Sekarang cuaca susah ditebak, pestisida juga mahal. Kalau harga jual tinggi, setidaknya kami bisa dapat untung,” tutupnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selain tantangan dalam produksi, stabilitas harga sangat menentukan kesejahteraan petani di wilayah penghasil utama seperti Alahan Panjang. (*)