INGATLAH.COM – Setiap tahun, peringatan Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi selalu ditunggu-tunggu, baik oleh jemaah yang datang dari berbagai daerah maupun warga sekitar.
Acara ini menjadi momen penting bagi mereka yang ingin berziarah sekaligus meraih keberkahan ekonomi.
Sejak pukul 12.00 WIB pada Selasa (22/10), lalu lintas di sekitar Masjid Riyadh, Pasar Kliwon, sudah dialihkan.
Jalan Kapten Mulyadi yang biasanya ramai kendaraan berubah menjadi lautan manusia.
Deretan lapak pedagang memenuhi kawasan tersebut, menawarkan beragam barang seperti pakaian muslim, sandal, hingga makanan, memenuhi kebutuhan para jemaah.
Di antara keramaian itu, Gito, seorang pedagang alas duduk plastik (lemek) dari Kediri, Jawa Timur, tak kehilangan semangat meski usianya sudah 62 tahun.
Dengan senyum ramah, ia menjajakan barang dagangannya kepada para jemaah yang mencari tempat beristirahat.
“Alhamdulillah ramai. Saya bawa 400 lembar, dan yang sudah dijual hari ini sekitar 150 lembar, masing-masing seharga Rp 10 ribu,” ujarnya sambil menawarkan alas duduk kepada rombongan jemaah.
Gito mengaku tidak menyewa penginapan selama berada di Solo. Ia memilih tidur di mana saja agar bisa menekan biaya dan membawa pulang lebih banyak uang untuk keluarganya di Kediri.
“Tidur di mana saja tidak masalah, yang penting bisa jualan dan pulang bawa rezeki,” tambahnya.
Selain para pedagang, warga sekitar juga memanfaatkan momen haul ini untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Di Kampung Gurawan, Pasar Kliwon, misalnya, beberapa warga menyediakan tempat istirahat gratis bagi jemaah yang kesulitan mencari penginapan.
Abdul Basir, pengelola tempat tersebut, mengatakan bahwa fasilitas yang disediakan meski sederhana, cukup membantu jemaah yang datang.
“Tempat ini bisa menampung hingga 700 orang. Kami sediakan tikar, dan jika mereka ingin makan atau minum, bisa membeli di warung yang kami kelola dengan harga terjangkau,” jelas Abdul.
Acara haul ini tak hanya menjadi ajang ziarah dan doa, tapi juga memberikan dampak ekonomi yang besar bagi warga.
Menurut Nur Mardiana, Ketua RT 02 RW 07 Pasar Kliwon, banyak warga yang menyewakan tenda, penginapan, dan membuka warung makan.
Pendapatan yang diperoleh selama acara berlangsung bisa mencapai Rp 10-15 juta per orang.
“Warga asli Gurawan biasanya sudah mempersiapkan diri jauh-jauh hari. Ini adalah waktu bagi mereka untuk meraih penghasilan tambahan,” ujar Nur. (*)





