INGATLAH.COM – Perpustakaan Pondok Pesantren Modern (PPM) Diniyyah Pasia memberikan apresiasi kepada 25 santri berprestasi dalam lomba literasi yang digelar untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Milad ke-98 Diniyyah Pasia.
Kegiatan yang melibatkan guru-guru literasi tersebut menjadi salah satu langkah nyata pesantren dalam membangun budaya membaca dan menulis di kalangan santri.
Selain mengapresiasi prestasi, kegiatan ini juga diarahkan untuk melahirkan generasi muda yang kreatif, kritis, dan mampu menghasilkan karya bermanfaat bagi masyarakat.
Ada tiga kategori lomba yang diselenggarakan, yakni baca puisi, menulis cerita pendek (cerpen), dan menulis resensi buku fiksi.
Ketiga kategori ini dirancang untuk mengasah kemampuan santri dalam mengolah bahasa, mengembangkan imajinasi, serta menuangkan gagasan dan pemikiran melalui karya sastra.
Melalui kompetisi tersebut, para santri tidak hanya didorong untuk gemar membaca, tetapi juga belajar menyampaikan ide, membangun argumentasi, dan menghasilkan tulisan yang memiliki nilai edukasi.
Kemampuan tersebut dinilai penting sebagai bekal santri dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pelaksanaan lomba berlangsung di tiga kampus PPM Diniyyah Pasia. Salah satu lokasi kegiatan sekaligus penyerahan apresiasi kepada para juara berada di gedung bersejarah Kampus 1 PPM Diniyyah Pasia.
Pemilihan lokasi ini menghadirkan nuansa tersendiri, sekaligus mengingatkan pada perjalanan panjang lembaga pendidikan tersebut dalam mencetak generasi berilmu.
Kepala Perpustakaan PPM Diniyyah Pasia, Khairul Hafizh, S.Th.I., M.Pd., mengatakan kegiatan literasi ini tidak sekadar berorientasi pada perlombaan dan penentuan pemenang.
Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pesantren menumbuhkan minat menulis dan mempersiapkan calon penulis yang mampu menghasilkan karya berkualitas.
Menurut Khairul, budaya literasi perlu dibangun melalui kebiasaan membaca, keberanian menulis, serta kemampuan mengamati dan meneliti berbagai fenomena di lingkungan sekitar.
Dengan demikian, santri diharapkan mampu mengembangkan pengetahuan sekaligus mengubahnya menjadi gagasan yang bermanfaat.
“Tujuan kegiatan ini adalah melahirkan para penulis hebat pada masa yang akan datang, sekaligus menumbuhkan minat penelitian terhadap buku dan lingkungan. Kami berharap para santri tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga mampu menghasilkan karya dan mengembangkan gagasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Khairul Hafizh.
Ia menambahkan, penghargaan kepada 25 santri berprestasi diharapkan dapat memacu semangat peserta maupun santri lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan literasi.
Menurutnya, proses menjadi penulis membutuhkan keberanian untuk memulai, ketekunan dalam berlatih, dan kemauan untuk terus memperbaiki kualitas tulisan.
Sebanyak 25 santri berhasil meraih penghargaan dari tiga kategori lomba tersebut.
Capaian ini menjadi bentuk pengakuan atas kreativitas, usaha, dan kesungguhan mereka dalam mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Perpustakaan PPM Diniyyah Pasia bersama guru-guru literasi.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan potensi santri.
Perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca dan meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang untuk bertukar gagasan, mengembangkan penelitian, serta menghasilkan karya yang memperkaya khazanah pengetahuan.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Milad ke-98 Diniyyah Pasia pun menjadi momentum untuk menegaskan bahwa perjuangan membangun bangsa tidak hanya dilakukan melalui tindakan nyata, tetapi juga melalui pendidikan, penguasaan ilmu pengetahuan, dan karya yang membawa manfaat bagi umat.
Melalui kegiatan literasi yang berkelanjutan, Diniyyah Pasia berharap semakin banyak santri yang tumbuh menjadi penulis, peneliti, dan cendekiawan muslim yang berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.
Dari membaca lahir gagasan, dari gagasan tercipta tulisan, dan dari tulisan terbuka jalan menuju perubahan.
Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh di lingkungan Diniyyah Pasia, sehingga santri tidak hanya menjadi pencari ilmu, tetapi juga mampu melahirkan pemikiran dan karya yang bermanfaat bagi generasi mendatang.





