INGATLAH.COM — Green Policing yang dikembangkan Polda Riau mendapat tempat dalam Commander Wish Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.
Pendekatan ini mempertegas bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan membangun kesadaran kolektif untuk melindungi lingkungan.
Program yang dikembangkan pada masa kepemimpinan Komjen Herry Heryawan, kini menjabat Kabaharkam Polri, tersebut mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan tugas kepolisian.
Pelaksanaannya diarahkan pada pencegahan masalah, penyelesaian persoalan di tengah masyarakat, serta penguatan kolaborasi untuk menjaga keamanan bersama.
Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Akmadi menyebut masuknya Green Policing dalam Commander Wish Kapolri sebagai momentum penting untuk memperluas manfaat program tersebut.
“Green Policing dibangun dari pemahaman bahwa menjaga lingkungan juga merupakan bagian dari menjaga keamanan masyarakat. Karena itu, masuknya pendekatan ini dalam Commander Wish Kapolri menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat pelaksanaannya,” kata Akmadi, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, Riau menghadapi tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karhutla, kerusakan kawasan gambut, dan perambahan hutan bukan hanya mengancam kelestarian alam, melainkan juga berpotensi mengganggu kesehatan warga, mata pencaharian, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Atas dasar itu, Green Policing dikembangkan melampaui kegiatan penghijauan. Program tersebut juga mencakup edukasi masyarakat, pencegahan karhutla, serta kerja sama dalam perlindungan kawasan gambut dan mangrove.
Polda Riau menilai upaya menjaga lingkungan tidak akan efektif apabila hanya dibebankan kepada aparat kepolisian. Masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu bergerak bersama untuk mencegah kerusakan lingkungan sejak dini.
“Pencegahan karhutla, perlindungan hutan, dan pelestarian lingkungan tidak mungkin hanya dilakukan kepolisian. Harus ada keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. Inilah semangat Polisi Bersama Masyarakat yang ingin terus kami perkuat,” ujarnya.
Polda Riau selanjutnya mendorong jajaran Polsek dan Bhabinkamtibmas agar aktif membangun komunikasi dengan warga serta memperkuat kepedulian terhadap lingkungan di wilayah masing-masing.
Akmadi menegaskan, ukuran keberhasilan Green Policing bukan sekadar jumlah pohon yang ditanam atau banyaknya kegiatan yang terlaksana. Indikator pentingnya adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat, perubahan perilaku, dan berkurangnya risiko bencana ekologis.
Dengan masuknya pendekatan ini dalam Commander Wish Kapolri, Polda Riau berharap semangat kepolisian yang dekat dengan masyarakat semakin kuat. Tujuannya, menghadirkan keamanan yang tidak hanya dirasakan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui lingkungan yang lebih sehat dan terjaga.





