BeritaSiak

Mitigasi Banjir, BSP Normalisasi Kanal Siak–Buton Sepanjang 10 Kilometer

×

Mitigasi Banjir, BSP Normalisasi Kanal Siak–Buton Sepanjang 10 Kilometer

Sebarkan artikel ini

SIAK – PT Bumi Siak Pusako (BSP) mulai melakukan normalisasi kanal sepanjang sekitar 10 kilometer di sepanjang Jalan Lintas Siak – Buton, Kabupaten Siak. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi genangan di wilayah sekitar operasional perusahaan.

Normalisasi kanal dilakukan menggunakan alat berat jenis Long Arm, meliputi pembersihan, pengerukan dan penataan kembali kanal yang melintasi Kecamatan Pusako dan Kecamatan Sungai Apit.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Siak, BSP dan PT Arara Abadi yang dituangkan dalam Memorandum of Understanding (MoU) pada awal 2026.

Dalam kesepakatan itu, BSP mendapat bagian untuk menormalisasi kanal di sisi kanan jalur pipa sepanjang Jalan Lintas Siak–Buton dengan panjang sekitar 10 kilometer.

Team Manager Community Development PT BSP, Tengku Muchlis, ST., MT., mengatakan normalisasi kanal menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional, terutama dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi.

Baca Juga  BPBD Kota Padang Go To Kampus, Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Kalangan Akademisi

“Berdasarkan MoU antara Pemerintah Kabupaten Siak, PT Bumi Siak Pusako dan PT Arara Abadi, BSP mendapat bagian untuk melakukan normalisasi kanal di kawasan ini. Kami akan melaksanakan pekerjaan tersebut dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kelancaran aliran air dan kepentingan masyarakat,” ujar Tengku Muchlis.

Menurut dia, BSP sebelumnya juga telah melakukan normalisasi dan pembersihan kanal di sejumlah wilayah Ring 1, di antaranya Desa Rempak, Desa Bandar Pedada, Desa Sungai Nibung, Simpang Doral menuju Butun, Desa Koto Raja, Desa Lubuk Garam dan Desa Sumber Jaya.

BSP juga telah menyelesaikan pencucian kanal sepanjang sekitar 6 kilometer di kawasan Sungai Limau. Pekerjaan tersebut turut berdampak terhadap kondisi genangan di sekitar Kampung Dosan.

Penghulu Kampung Dosan, Zamri, mengatakan setelah kanal dibersihkan, aliran air menjadi lebih lancar sehingga genangan berangsur surut.

“Setelah Sungai Limau dibersihkan, jalan air menjadi lebih lancar dan terarah. Banjir yang terjadi berangsur-angsur surut,” ungkap Zamri.

Baca Juga  Residivis Tiga Kali Kembali Ditangkap Polisi Usai Curi Tas di Pasar Raya Padang

Selain penanganan teknis, Camat Pusako Wahyudi, S.STP, mengingatkan masyarakat ikut menjaga fungsi kanal dan sungai dengan tidak membuang sampah maupun limbah lingkungan ke saluran air.

“Masyarakat diharapkan tidak membuang sampah sembarangan. Termasuk pelepah sawit, jangan dibuang ke kanal maupun sungai karena dapat menyebabkan pendangkalan dan menghambat aliran air,” ujarnya.

Normalisasi kanal Jalan Lintas Siak–Buton ditargetkan selesai secara bertahap hingga akhir September 2026, dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan kebutuhan pekerjaan.

Tengku Muchlis berharap normalisasi tersebut dapat mengembalikan fungsi kanal secara optimal sehingga aliran air lebih lancar dan potensi genangan di kawasan tersebut dapat ditekan.

“Insyaallah, normalisasi kanal sepanjang kurang lebih 10 kilometer ini akan kami kerjakan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama. Harapannya, setelah fungsi kanal kembali optimal, aliran air dapat lebih lancar dan risiko genangan di kawasan tersebut dapat diminimalkan,” katanya.