INGATLAH.COM – Tidak ada yang lebih diinginkan seorang ibu selain memastikan anaknya dalam keadaan sehat.
Namun, bagi Dina Afnita, rasa rindu kepada putranya, Rizqy Aditya Siregar, harus ia simpan sementara di tengah perjalanan panjang sang anak menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional.
Sejak 14 Juli 2026, komunikasi langsung antara Dina dan Rizqy praktis terhenti. Bukan karena jarak semata, melainkan karena putranya sedang menjalani pemusatan latihan sebagai Paskibraka Nasional di Jakarta.
Rizqy merupakan putra asal Kabupaten Siak yang terpilih mewakili Provinsi Riau dalam upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka, Senin (17/8/2026).
Bagi Dina dan suaminya, Muhammad Isnaini Siregar, terpilihnya Rizqy menjadi Paskibraka Nasional merupakan kebanggaan yang sulit digambarkan dengan kata-kata.
Sebagai ibu, Dina tentu ingin mengetahui setiap perkembangan putranya. Namun, keinginan itu harus ia tahan.
Aturan selama pemusatan latihan membuat para peserta memiliki keterbatasan dalam menggunakan telepon seluler.
“Sejak tanggal 14 Juli yang lalu, saya tidak ada berkontak sama Rizqy. Mereka juga tidak dibolehkan memainkan HP dan pasti sibuk mempersiapkan berbagai latihan,” ujar Dina, Sabtu (15/8/2026).
Dalam kondisi tersebut, doa menjadi satu-satunya cara bagi Dina untuk terus mendampingi putranya.
Ia berharap Rizqy selalu diberikan kesehatan, kekuatan fisik, ketahanan mental, serta kelancaran selama menjalani seluruh rangkaian latihan hingga tiba saatnya mengemban tugas di hadapan Presiden dan seluruh rakyat Indonesia.
“Doa saya tentu untuk kondisi fisiknya selalu tetap kuat, sehat, dan jangan sakit. Apalagi saya yakin, dia di sana pasti mendapatkan asupan gizi yang baik dari panitia,” tuturnya.
- Rindu yang Terobati Lewat Instagram
Meski tidak dapat berbicara langsung dengan putranya, Dina tidak benar-benar kehilangan kabar tentang Rizqy.
Ia menemukan cara sederhana untuk mengobati rasa rindu. Hampir setiap ada unggahan baru, Dina memantau akun Instagram resmi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Direktorat Paskibraka Nasional.
Dari layar ponselnya, Dina mencoba mencari sosok Rizqy di antara barisan para putra-putri terbaik bangsa yang sedang berlatih.
Kegembiraan kecil muncul setiap kali wajah putranya terlihat dalam foto atau video yang diunggah.
“Walaupun gak bisa berkontak dengan Rizqy, tapi saya selalu memantau dia melalui Instagram resmi BPIP dan Direktorat Paskibraka Nasional. Senang, beberapa kali anak saya tampak di beberapa postingan,” ungkapnya.
Dari video-video latihan tersebut, Dina melihat perubahan pada kondisi fisik putranya. Rizqy tampak semakin bugar dan lebih matang dalam menjalani latihan.
Bagi Dina, pemandangan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas kekhawatirannya selama ini.
“Saya lihat videonya, fisik dia semakin bugar. Saat latihan baris-berbaris, kekompakan mereka juga sempurna,” katanya.
Ia berharap kekompakan tersebut terus terjaga hingga pelaksanaan upacara pada 17 Agustus.
- Olahraga Sejak Kecil
Kekhawatiran Dina terhadap kondisi fisik Rizqy sebenarnya sedikit teratasi karena olahraga bukan sesuatu yang asing bagi putranya.
Sejak kecil, Rizqy dikenal memiliki kegemaran berolahraga. Karena itu, latihan fisik yang menjadi bagian penting dalam pendidikan Paskibraka bukanlah sesuatu yang sepenuhnya baru baginya.
“Alhamdulillah, memang anak saya itu dari kecil hobi olahraga. Terkait fisik, insyaallah dia kuat karena persiapannya dari sebelum ini sangat luar biasa,” ujarnya.
Dina menyadari bahwa menjadi Paskibraka Nasional bukan sekadar berdiri tegap di bawah kibaran Sang Merah Putih.
Ada disiplin, ketahanan fisik, konsentrasi, kekompakan, serta tanggung jawab besar yang harus dijalankan. Karena itu, ia memilih untuk tidak terlalu mencemaskan hal-hal yang tidak bisa dikendalikannya.
Termasuk ketika hingga kini ia belum mengetahui secara pasti posisi yang akan ditempati Rizqy dalam formasi Paskibraka Nasional.
“Sampai saat ini saya belum mengetahui dia menjadi posisi apa. Tapi saya gak masalah terkait hal itu, soalnya dia sudah terpilih menjadi Paskibraka Nasional saya sangat bangga. Gak pernah kami menyangka,” katanya.
Bagi Dina, posisi dalam formasi bukan lagi perkara utama. Terpilihnya Rizqy untuk membawa nama Riau ke tingkat nasional sudah menjadi pencapaian luar biasa bagi keluarga mereka.
- Nekat Naik Pesawat Demi Melihat Anak
Rasa bangga itu pula yang akhirnya membuat Dina berani melakukan sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia lakukan.
Ia berencana berangkat ke Jakarta untuk menyaksikan langsung putranya menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 RI di Istana Merdeka.
Bagi sebagian orang, perjalanan menggunakan pesawat mungkin merupakan hal biasa. Namun bagi Dina, pengalaman tersebut menjadi tantangan tersendiri.
“Insyaallah, nanti saya akan berangkat ke Jakarta. Ini merupakan pengalaman pertama saya naik pesawat. Untuk melihat Rizqy saya beranikan diri melawan ketinggian,” ucapnya sambil menunjukkan rasa bangga.
Dina juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) untuk memastikan proses kehadirannya di Jakarta berjalan sesuai ketentuan.
Ia memperoleh informasi bahwa orang tua yang akan menghadiri upacara harus melakukan registrasi atau lapor diri serta menjalani verifikasi dokumen autentik sesuai undangan resmi.
Semua itu dilakukan Dina demi satu tujuan sederhana: melihat anaknya secara langsung menjalankan tugas bersejarah sebagai Paskibraka Nasional.
- Ketika Doa Menjadi Cara Seorang Ibu Mendampingi
Kini, ketika waktu menuju 17 Agustus semakin dekat, Dina hanya bisa menunggu.
Ia tidak dapat menemani Rizqy berlatih. Tidak bisa mengingatkan secara langsung agar menjaga kesehatan. Bahkan untuk sekadar bertanya apakah putranya sudah makan pun tidak bisa dilakukan melalui sambungan telepon.
Namun, ada satu hal yang tidak pernah dibatasi oleh jarak, aturan, maupun kesibukan: doa seorang ibu.
Setiap hari, terutama malam hari, Dina selalu menyelipkan nama Rizqy dalam doanya.
Ia tidak hanya mendoakan putranya, tetapi seluruh anggota Paskibraka Nasional yang tengah mempersiapkan diri menjalankan tugas negara.
“Doa saya tak pernah henti untuk anak-anak. Setiap malam, setiap hari saya berdoa, muluskanlah perjalanannya,” tuturnya.
Dina berharap seluruh anggota Paskibraka Nasional diberikan kesehatan dan kekuatan hingga detik terakhir pelaksanaan upacara.
Ia juga mengajak masyarakat Riau ikut mendoakan Rizqy dan seluruh Paskibraka Nasional agar mampu menjalankan amanah dengan sempurna.
“Mohon doa juga dari seluruh masyarakat Riau agar anak kami dan seluruh anggota Paskibraka Nasional diberi kekuatan, kesehatan, dan dapat menjalankan tugasnya dengan lancar besok di Istana Merdeka,” pungkasnya.
Di balik barisan yang akan berdiri tegak di halaman Istana Merdeka pada 17 Agustus nanti, ada keluarga-keluarga yang menunggu dengan bangga.
Ada pula seorang ibu dari Siak yang mungkin akan menahan air mata ketika melihat putranya akhirnya berdiri membawa nama Riau.
Bagi Dina, perjalanan Rizqy bukan sekadar tentang menjadi Paskibraka Nasional. Ini adalah kisah tentang sebuah keluarga yang belajar bahwa terkadang cinta seorang ibu tidak harus hadir dalam bentuk pelukan atau percakapan.
Cukup dengan doa yang tidak pernah putus, seorang ibu tetap bisa berdiri di belakang anaknya—meski dari kejauhan.





