INGATLAH.COM – Langit masih gelap ketika harapan yang tersisa di tepian Sungai Siak akhirnya berganti menjadi duka, Jumat (7/8/2026).
Setelah tiga hari menyisir aliran sungai tanpa kenal lelah, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan MS (13), bocah yang dilaporkan tenggelam saat berenang bersama teman-temannya.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat sekitar pukul 04.38 WIB.
Jasad korban mengapung di permukaan Sungai Siak, sekitar tiga kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang di kawasan depan Taman Singapura, Kabupaten Siak.
Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang sejak hari pertama melibatkan puluhan personel dari berbagai instansi dan masyarakat.
Peristiwa nahas itu bermula pada Rabu (5/8) sekitar pukul 15.10 WIB.
Saat itu, MS bersama dua rekannya berenang di Sungai Siak.
Namun, kondisi air yang sedang pasang tinggi diduga membuat arus sungai menjadi lebih kuat.
Dalam hitungan detik, korban diduga terseret arus dan menghilang ke dalam sungai.
Laporan kejadian segera diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru dari BPBD Kabupaten Siak.
Tanpa menunggu lama, enam personel rescue diberangkatkan menuju lokasi untuk memperkuat unsur SAR gabungan yang telah lebih dulu bersiaga.
Selama tiga hari, pencarian dilakukan tanpa henti.
Tim menyisir aliran sungai menggunakan perahu karet, melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur hanyut korban, hingga berkoordinasi dengan masyarakat setempat yang ikut membantu memberikan informasi di lapangan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pekanbaru, Budi Cahyadi, mengatakan seluruh unsur yang terlibat telah mengerahkan kemampuan terbaik demi menemukan korban secepat mungkin.
“Korban diduga hanyut setelah terseret arus saat kondisi air sungai sedang pasang tinggi. Informasi kejadian kami terima dari BPBD Kabupaten Siak dan langsung kami tindak lanjuti dengan mengerahkan enam personel rescue untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya,” ujar Budi.
Usaha panjang itu akhirnya membuahkan hasil pada hari ketiga.
Korban ditemukan mengapung di permukaan sungai sekitar tiga kilometer ke arah hulu dari lokasi awal kejadian.
Tim kemudian mengevakuasi jasad korban menuju RSUD Siak sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian diusulkan untuk ditutup. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur SAR gabungan yang telah bekerja sama selama proses pencarian berlangsung,” kata Budi.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, Polres Siak, BPBD Kabupaten Siak, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Siak, Polair Siak, serta masyarakat yang bahu-membahu selama proses pencarian berlangsung.
Di balik berakhirnya operasi tersebut, tersimpan duka mendalam bagi keluarga korban.
Budi Cahyadi pun menyampaikan belasungkawa sekaligus mengingatkan masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting tentang keselamatan di perairan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di sungai. Hindari berenang ketika air sedang pasang atau arus deras karena sangat berisiko menimbulkan kecelakaan yang dapat berakibat fatal,” tegasnya.
Musibah ini kembali menjadi pengingat bahwa Sungai Siak, yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, juga menyimpan potensi bahaya ketika kondisi air sedang pasang dan arus menguat.
Kewaspadaan, pengawasan terhadap anak-anak, serta kepatuhan terhadap aspek keselamatan menjadi kunci agar tragedi serupa tidak kembali terulang.





