INGATLAH.COM – Bentrokan yang terjadi di Gedung DPRD Riau ternyata melibatkan dua orang anggota dewan dari Fraksi Partai Golkar.
Keduanya adalah Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet dan kemudian berlanjut bentrokan antarkelompok.
Informasi yang berhasil dihimpun, aksi adu jotos itu bermula saat rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Provinsi Riau berlangsung.
Perdebatan panas terjadi di dalam forum hingga memicu emosi kedua legislator tersebut.
Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyayangkan insiden tersebut.
Ia menegaskan, sebagai wakil rakyat, anggota dewan seharusnya mampu memberi teladan dalam menyelesaikan perbedaan.
“Seharusnya persoalan bisa diselesaikan dengan akal sehat, rasional, dan dialog, bukan dengan emosi apalagi adu fisik,” ujar Doli, Jumat (17/7/2026).
Menurut Doli, berdasarkan kronologi yang diterima DPP Partai Golkar, ketegangan dipicu saat Indra Gunawan Eet dianggap memojokkan Parisman Ihwan dalam rapat.
Situasi itu kemudian membuat Parisman terpancing emosi.
Ketegangan tak berhenti di dalam ruangan.
Setelah kedua pihak keluar dari ruang rapat, situasi justru semakin memanas.
Puluhan orang yang diduga merupakan pendukung masing-masing sudah berada di lokasi.
Bentrokan pun tak terhindarkan.
Dari video yang beredar, kedua kelompok terlihat saling dorong hingga baku hantam di area luar ruang sidang.
Suasana sempat mencekam, sejumlah orang terlibat aksi saling pukul hingga ada yang tersungkur.
Sampah berserakan, bahkan sebuah tempat sampah tampak penyok diduga akibat kericuhan tersebut.
Doli menegaskan, sesama kader Partai Golkar semestinya menjaga soliditas dan tidak mempertontonkan konflik di ruang publik.
“Harus saling menjaga nama baik kolega, soliditas, dan marwah Golkar,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPRD Riau, Renaldi, menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan internal terkait insiden tersebut.
“Kami sedang rapat membahas kejadian kemarin. Nanti akan kami sampaikan hasilnya,” ujar Renaldi.
Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan pengamanan untuk meredam situasi.
Petugas juga telah meminta keterangan sejumlah saksi serta mengumpulkan barang bukti, sembari menunggu laporan resmi.
Dalam peristiwa itu, seorang petugas keamanan berinisial A mengalami luka robek di bagian kepala saat mencoba melerai keributan.
Korban saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit.
Insiden ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan legislatif yang seharusnya menjadi ruang dialog dan pengambilan keputusan secara bijak.





