INGATLAH.COM – Di tengah riuhnya persaingan tenis junior nasional yang berlangsung di Kota Padang, Sumatra Barat, satu nama dari Pekanbaru mulai mencuri perhatian: Zabyan Sameera Zico Basko.
Petenis belia yang masih berusia muda ini tampil penuh percaya diri dan berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan memborong tiga medali dari dua turnamen berbeda sepanjang Juni 2026.
Bertanding di Seri I Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior TDP IMTC – Nassau yang digelar pada 14 – 17 Juni 2026, Zabyan menunjukkan permainan yang matang untuk usianya.
Di nomor tunggal putri kategori Red Ball, ia melaju hingga babak final setelah menyingkirkan sejumlah lawan tangguh dari berbagai daerah di Indonesia.
Meski akhirnya harus puas sebagai runner-up, penampilannya mendapat banyak apresiasi karena dinilai memiliki teknik dasar yang solid dan mental bertanding yang kuat.
Tidak butuh waktu lama untuk bangkit, Zabyan kembali menunjukkan progres positif pada turnamen berikutnya, Kejurnas TDP IMTC – Semen Padang Cup 2026 yang digelar pada 18 – 22 Juni 2026 di Lapangan Tenis Kompleks PT Semen Padang.
Turnamen ini diikuti ratusan atlet muda dari berbagai provinsi, menjadikannya salah satu ajang paling kompetitif dalam kalender tenis junior nasional tahun ini.
Di ajang tersebut, petenis yang bernaung di bawah Eka Tennis Club (Etek) Pekanbaru itu tampil lebih agresif dan percaya diri.
Hasilnya, ia berhasil mengamankan dua podium sekaligus: Juara I Tunggal Putri Red Ball serta Juara III Tunggal Putri Orange Ball.
Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensinya sebagai salah satu atlet muda potensial yang patut diperhitungkan.
Pelatih dan orang tua Zabyan, yang selalu mendampingi selama pertandingan, menyebut bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari disiplin latihan dan kemauan kuat sang atlet dalam belajar dari setiap pertandingan.
Meski masih sangat muda, Zabyan dikenal memiliki fokus tinggi saat berada di lapangan serta tidak mudah menyerah dalam setiap reli panjang.
Di balik medali yang dibawanya pulang, tersimpan perjalanan panjang latihan dan pengorbanan.
Latihan rutin, kedisiplinan waktu, serta komitmen untuk terus memperbaiki teknik menjadi kunci perkembangan signifikan dalam permainannya.
Setiap turnamen yang diikuti selalu dijadikan ajang evaluasi untuk meningkatkan kualitas diri.
Prestasi ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Pekanbaru.
Kehadiran Zabyan di level nasional membuktikan bahwa daerah juga mampu melahirkan atlet tenis berbakat yang dapat bersaing dengan pemain dari kota besar lainnya.
Lebih dari sekadar kemenangan, capaian ini menjadi simbol tumbuhnya regenerasi atlet tenis Indonesia dari usia dini.
Dengan torehan tiga medali di Padang, Zabyan kini tidak hanya dikenal sebagai petenis cilik berbakat, tetapi juga sebagai simbol harapan baru tenis junior Pekanbaru yang siap melangkah lebih jauh di masa depan.





