INGATLAH.COM – Masyarakat Minangkabau ternyata menjadi kelompok etnis terbesar di Kota Pekanbaru saat ini.
Fakta tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Riau, Syahrial Abdi, saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Riau di GOR Tribuana Pekanbaru, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Syahrial, perkembangan jumlah penduduk menunjukkan bahwa masyarakat Minangkabau kini mendominasi komposisi etnis di ibu kota Provinsi Riau tersebut.
“Pekanbaru saat ini telah menjadi salah satu pusat rantau Minangkabau terbesar di Indonesia. Data menunjukkan masyarakat Minangkabau merupakan kelompok etnis terbesar di Kota Pekanbaru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data kependudukan, proporsi masyarakat Minangkabau di Pekanbaru mencapai sekitar 38 persen.
Bahkan dalam data terbaru jumlah tersebut disebut telah meningkat hingga sekitar 42 persen dari total penduduk.
Angka tersebut menunjukkan betapa kuatnya hubungan historis antara masyarakat Sumatera Barat dengan Riau yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Syahrial, keberadaan masyarakat Minangkabau di Pekanbaru tidak hanya terlihat dari jumlah penduduk semata.
Mereka juga memainkan peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah.
Banyak pelaku usaha, pedagang, akademisi, profesional hingga tokoh masyarakat di Pekanbaru berasal dari kalangan perantau Minang.
Keberhasilan masyarakat Minangkabau dalam membangun usaha dan jaringan ekonomi turut berkontribusi terhadap pertumbuhan Kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa di Pulau Sumatera.
“Angka ini bukan sekadar statistik. Ini menggambarkan betapa eratnya hubungan antara Riau dan Sumatera Barat,” kata Syahrial.
Ia menyebutkan, di balik angka tersebut terdapat ribuan kisah sukses perantau yang datang ke Riau dengan harapan memperbaiki kehidupan dan akhirnya berhasil membangun masa depan bersama masyarakat setempat.
Tidak sedikit pula keluarga yang lahir dari perpaduan budaya Minang dan Melayu sehingga semakin memperkuat hubungan sosial antara kedua daerah.
Karena itu, keberadaan organisasi seperti IKM dinilai penting sebagai wadah pemersatu masyarakat Minangkabau sekaligus sarana untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Syahrial berharap masyarakat Minangkabau di Pekanbaru terus menjaga semangat gotong royong, nilai adat, dan budaya yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Di sisi lain, ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Riau yang maju, harmonis, dan sejahtera.
“Banyak sejarah yang ditorehkan bersama, banyak usaha yang dibangun bersama, dan banyak keluarga yang tumbuh bersama. Itulah yang membuat hubungan Riau dan Sumatera Barat begitu istimewa,” pungkasnya.





