UtamaRiau

Cerita Mualaf Marlena Zalukhu: Saya Akhirnya Temukan Tuhan yang Satu

×

Cerita Mualaf Marlena Zalukhu: Saya Akhirnya Temukan Tuhan yang Satu

Sebarkan artikel ini
Cerita Mualaf Marlena Zalukhu: Saya Akhirnya Temukan Tuhan yang Satu
Cerita Mualaf Marlena Zalukhu: Saya Akhirnya Temukan Tuhan yang Satu

INGATLAH.COM – Siang itu, suasana di Masjid Raya An Nur, Kota Pekanbaru, terasa lebih hening dari biasanya.

Usai Salat Jumat, ratusan jamaah belum beranjak. Perhatian mereka tertuju pada seorang perempuan muda yang berdiri dengan wajah haru dan suara bergetar.

Namanya Marlena Zalukhu (26).

Di hadapan banyak pasang mata, ia bersiap mengucapkan dua kalimat syahadat sebuah momen sakral yang menjadi titik balik dalam perjalanan hidupnya.

Namun, keputusan itu bukanlah sesuatu yang lahir dalam semalam.

Di balik langkah besarnya, tersimpan kisah panjang pencarian, keraguan, dan pergulatan batin yang diam-diam ia jalani selama bertahun-tahun.

Pergulatan Sunyi yang Tak Terlihat

Sejak beranjak dewasa, Marlena mulai dihantui pertanyaan sederhana namun mendasar: kepada siapa sebenarnya ia harus berdoa?

Kebingungan itu kerap datang tanpa diundang, bahkan di momen-momen paling pribadi.

“Saya bingung, sebenarnya saya harus berdoa kepada siapa. Antara Yesus atau Tuhan Allah,” ujarnya lirih, mengenang masa-masa penuh kegelisahan.

Pertanyaan itu tak pernah benar-benar pergi. Justru, semakin lama semakin kuat, seiring bertambahnya usia dan pemahamannya terhadap kehidupan.

Baca Juga  Hujan Guyur Riau Sepanjang Hari, Waspada Potensi Banjir

Di titik itulah, Marlena memilih untuk mencari.

Ia mulai membaca, mempelajari berbagai ajaran, dan mencoba memahami konsep ketuhanan dari berbagai sudut pandang. Jalan yang ia tempuh tidak mudah dipenuhi keraguan, ketakutan, dan kebimbangan akan keputusan besar yang harus diambil.

Namun perlahan, satu keyakinan mulai tumbuh.

“Semakin saya belajar, saya merasa bahwa Tuhan itu satu,” katanya.

Kalimat sederhana itu menjadi cahaya dalam pencarian panjangnya.

Momen yang Mengubah Segalanya

Jumat, 19 Juni 2026, menjadi hari yang tak akan pernah ia lupakan.

Di Masjid Raya An Nur, dengan bimbingan Pembimbing Mualaf Center An Nur Riau, Marlena akhirnya mengucapkan dua kalimat syahadat.

Suasana haru tak terbendung. Tangis pecah di tengah lantunan takbir yang menggema dari para jamaah. Banyak yang ikut menitikkan air mata, menyaksikan lahirnya seorang saudara baru dalam Islam.

Bagi Marlena, momen itu bukan sekadar seremoni.

Itu adalah jawaban.

Jawaban atas kebingungan yang selama ini ia simpan sendiri.

Baca Juga  Kejati Riau Selidiki Dugaan Korupsi DAK SD Rp40 Miliar di Rohil, Kepala Dinas Akan Dipanggil

“Saya merasa lebih tenang. Seperti menemukan jawaban dari apa yang selama ini saya cari,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Awal Baru, Bukan Akhir Perjalanan

Meski telah mengucap syahadat, Marlena sadar bahwa perjalanannya baru saja dimulai.

Ia kini membuka lembaran baru dalam hidupnya lembaran yang diisi dengan proses belajar, memahami, dan menjalani ajaran Islam secara perlahan.

Ia berharap dapat istiqamah dalam beribadah, memperdalam ilmu agama, serta menemukan makna hidup yang selama ini ia cari.

Prosesi syahadat Marlena dibimbing langsung oleh Ketua Mualaf Center Riau, Ustaz Ir. H. Rubianto, di hadapan ratusan jamaah.

“Teruslah belajar dan tetap istiqamah dalam beribadah,” pesan Ustaz Rubianto.

Sebuah Kisah, Sebuah Pengingat

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, kisah Marlena menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki perjalanan spiritualnya masing-masing.

Tidak selalu mudah. Tidak selalu cepat.

Namun sering kali, perjalanan itu dimulai dari satu pertanyaan sederhana kepada siapa sebenarnya kita berserah?

Dan bagi Marlena, jawabannya kini telah ia temukan.