INGATLAH.COM – Niat sederhana untuk menangkap ular justru berujung tragedi bagi seorang warga Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Pria tersebut diketahui bernama Alsuhaimi yang kini harus menjalani perawatan intensif dalam kondisi koma setelah tubuhnya dililit ular sawah berukuran besar.
Peristiwa mengerikan itu terjadi pada Kamis (18/6/2026) sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Asoka, tepatnya di kawasan jalur pipa air bersih, Kelurahan Sungai Rangau, Kecamatan Rantau Kopar.
Malam itu, Alsuhaimi tengah dalam perjalanan pulang bersama anaknya dari wilayah Simpang Petisah, Kabupaten Bengkalis.
Mereka menumpang kendaraan bersama seorang saksi bernama Mardi menuju kampung halaman mereka.
Namun di tengah perjalanan, situasi berubah drastis. Saat melintas di lokasi kejadian, Alsuhaimi melihat seekor ular sawah berukuran besar melintas di jalan.
Panjangnya diperkirakan mencapai sekitar empat meter.
Tanpa berpikir panjang, ia langsung meminta kendaraan berhenti. Niatnya sederhana: menangkap ular tersebut.
Keputusan itu ternyata menjadi awal dari petaka.
Meski anaknya dan saksi Mardi telah berusaha melarang, Alsuhaimi tetap nekat turun dari kendaraan dan mendekati ular tersebut.
Dalam kondisi gelap malam, ia mencoba menangkap ular itu dengan tangannya sendiri.
Awalnya, ia berhasil memegang bagian kepala ular.
Namun dalam hitungan detik, situasi berubah menjadi sangat berbahaya.
Bagian ekor ular tiba-tiba bergerak cepat dan melilit tubuh Alsuhaimi.
Lilitan itu semakin kuat, merambat dari tubuh hingga ke leher korban.
Kondisi menjadi panik. Anak korban yang melihat kejadian itu langsung berteriak meminta ayahnya melepaskan ular.
Namun lilitan yang kuat membuat Alsuhaimi tak berdaya.
Dalam situasi genting tersebut, upaya penyelamatan pun segera dilakukan.
Anak korban berusaha memukul ular menggunakan kayu yang ada di sekitar lokasi.
Sementara saksi Mardi berlari mencari bantuan warga.
Detik-detik mencekam pun terjadi. Lilitan ular semakin erat, sementara korban mulai menunjukkan tanda-tanda kesulitan bernapas.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa interaksi manusia dengan hewan liar, terutama tanpa pengetahuan dan alat yang memadai, dapat berujung fatal dalam sekejap.
Hingga akhirnya, warga sekitar berdatangan untuk memberikan pertolongan.
Namun kondisi korban saat itu sudah sangat mengkhawatirkan.
Apa yang terjadi selanjutnya menjadi perjuangan melawan waktu antara hidup dan mati.





