INGATLAH.COM – Fakta mengejutkan terungkap di balik penemuan jasad wanita di kawasan Taman Wisata Alam (TWA), Kecamatan Dumai Selatan.
Korban yang sebelumnya sempat dikabarkan dalam kondisi hamil, ternyata dipastikan tidak sedang mengandung.
Hal itu diungkapkan Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
“Usai kejadian, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Dumai untuk dilakukan visum dan dari hasil USG tidak ditenukan adanya janin di rahim korban,” katanya.
Lebihlanjut, Angga menjelaskan bahwa hasil visum dijumpai luka bacok pada wajah, kepala, lengan kanan, putus jari.
Sebelumnya, INGATLAH.COM memberitakan korban diketahui bernama Nursafika (30).
Ia ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh bersimbah darah di dekat sebuah pondok kebun, sekitar 20 meter dari badan Jalan Abdul Rabkhan pada, Rabu (10/6) malam.
Penemuan jasad pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Tarsiwan sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat itu, ia melintas di lokasi dan melihat sejumlah warga berkumpul di pinggir jalan.
Karena penasaran, Tarsiwan mendekat dan mendapati seorang perempuan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah.
Ia pun segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Mendapat laporan, personel Polres Dumai bersama Tim Identifikasi dan INAFIS langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Sekitar pukul 20.00 WIB, petugas mulai melakukan pemeriksaan menyeluruh, mulai dari pendokumentasian, pengumpulan keterangan saksi, hingga pemasangan garis polisi di sekitar lokasi kejadian.
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pakaian korban berupa baju merah jambu dan rok hijau, sandal abu-abu, serta tas sandang hijau yang berisi identitas korban.
Selain itu, petugas juga menemukan sejumlah senjata tajam di lokasi, yakni satu bilah parang panjang, dua pisau kater, satu gunting, serta satu pisau dapur.
Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Sekitar pukul 21.00 WIB, jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dumai untuk menjalani proses visum.
Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herlambang, menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Kami telah melakukan olah TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti. Saat ini tim masih mengumpulkan keterangan saksi serta mendalami seluruh temuan di lapangan,” ujarnya, Jumat (12/6/2026).
Ia menambahkan, hasil visum dari tim medis akan menjadi kunci penting dalam mengungkap kasus tersebut.
“Kami masih menunggu hasil visum resmi. Hasil itu nantinya akan membantu penyidik menentukan langkah lanjutan, termasuk memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana,” tegasnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut dan belum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban.





