RiauPekanbaru

Kok Bisa Positif Ganja Padahal Tak Mengisap? Ini Penjelasan Dokter

×

Kok Bisa Positif Ganja Padahal Tak Mengisap? Ini Penjelasan Dokter

Sebarkan artikel ini
Kok Bisa Positif Ganja Padahal Tak Mengisap? Ini Penjelasan Dokter
Kok Bisa Positif Ganja Padahal Tak Mengisap? Ini Penjelasan Dokter

INGATLAH.COM – Sebanyak 13 orang yang terjaring razia di tempat hiburan malam di Pekanbaru pada Minggu (24/5/2026) dini hari dinyatakan positif narkoba jenis Etomidate.

Salah satu di antaranya disebut merupakan anak pejabat daerah di Riau. Dari 13 orang yang diamankan, terdiri dari delapan laki-laki dan lima perempuan.

Mereka berasal dari Pekanbaru, Kampar, dan Pelalawan dengan inisial KS (32), RR (22), GSA (21), PT (28), AF (21), MAY (24), IMF (22), MA (22), NR (23), SAP (23), SA (23), dan ALS (23).

Tak hanya Etomidate, tiga orang di antaranya juga dinyatakan positif ganja. Namun menariknya, satu orang disebut positif bukan karena mengonsumsi secara aktif, melainkan akibat terpapar asap ganja di ruang tertutup.

Baca Juga  Polres Inhu Tangkap Pengedar Sabu di Rengat

Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yopi menjelaskan seseorang tetap bisa dinyatakan positif narkoba meski tidak menghisap ganja secara langsung.

“Sama seperti asap rokok biasa, orang yang menghirup asapnya bisa ikut terpapar. Saat dites hasilnya bisa positif karena berada di ruangan yang penuh asap rokok, ganja, atau vape,” kata dr Indra Yopi melalui sambungan telepon, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, orang yang positif pasif tersebut diketahui berada di dalam toilet sempit dan tertutup bersama dua orang lain yang sedang mengisap ganja.

Ketiganya berada cukup lama di ruangan tersebut sehingga asap ikut terhirup.

Ia menjelaskan, efek paparan asap ganja dapat bertahan dalam tubuh dengan durasi berbeda, tergantung media pemeriksaan.

Baca Juga  Bareskrim Tangkap 2 Kurir Jaringan Internasional Pengedar 28,3 Kg Sabu di Bengkalis

“Kalau melalui rambut bisa terdeteksi sampai satu bulan. Kalau lewat urine biasanya sekitar dua minggu,” jelasnya.

dr Indra Yopi menegaskan, paparan asap ganja di ruang tertutup tidak membutuhkan waktu lama untuk membuat seseorang ikut terdeteksi positif.

“Sebentar saja bisa terpapar, apalagi kalau ventilasi buruk dan ruangannya sempit. Untuk kembali negatif tinggal menunggu waktu,” ungkapnya.

Fenomena positif narkoba secara pasif ini disebut lebih berisiko terjadi di ruangan tertutup seperti toilet umum, mobil, atau ruangan dengan sirkulasi udara minim.

Meski peluangnya lebih kecil dibanding pengguna aktif, hasil tes tetap bisa menunjukkan positif jika paparan asap terjadi dalam intensitas tertentu.