Ekonomi

Harga Emas Pecah Rekor, Sentuh Level Psikologis US$2.576 Per Troy Ons

×

Harga Emas Pecah Rekor, Sentuh Level Psikologis US$2.576 Per Troy Ons

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi emas. (Foto: Mentari Mulia)
Ilustrasi emas. (Foto: Mentari Mulia)

INGATLAH.COM – Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi baru, mencapai level psikologis US$2.576 per troy ons.

Kenaikan ini dipicu oleh prospek pemangkasan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) yang semakin jelas setelah data tenaga kerja yang stabil serta tren inflasi yang melandai.

Menurut laporan dari Departemen Tenaga Kerja AS yang dikutip Ingatlah.com dari CNBCIndonesia, klaim awal untuk tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 7 September 2024 naik sebesar 2.000 menjadi 230.000 secara musiman.

Sementara itu, data inflasi menunjukkan bahwa indeks harga produsen (PPI) untuk permintaan akhir naik sebesar 0,2% pada bulan Agustus, di atas perkiraan sebelumnya yang sebesar 0,1%.

Sedangkan untuk angka inti, yang tidak menghitung harga pangan dan energi, terjadi kenaikan sebesar 0,3%, lebih tinggi dari estimasi sebesar 0,2%.

Indeks harga konsumen (CPI) untuk Agustus juga memberikan kabar baik dengan pertumbuhan tahunan sebesar 2,5%, sedikit lebih rendah dari ekspektasi 2,6%, namun lebih baik dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,9%.

Baca Juga  Harga Cabai Hijau dan Bawang Merah di Padang Panjang Alami Penurunan Signifikan

Selain data ekonomi, pembelian emas oleh bank sentral dalam jumlah besar juga menjadi salah satu faktor pendorong harga emas.

Berdasarkan data World Gold Council (WGC), hingga Juli 2024, sejumlah negara terus menambah cadangan emas mereka.

Turki menjadi negara dengan pembelian emas terbesar pada tujuh bulan pertama tahun ini, dengan 48,5 ton, diikuti India dengan 42,6 ton, dan Polandia serta China dengan masing-masing 33 ton dan 28,9 ton.

Ekspektasi akan pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2024 turut menekan imbal hasil Treasury AS dan memperlemah dolar, sehingga biaya memegang emas menjadi lebih murah.

Risiko geopolitik yang meningkat juga memberikan dorongan tambahan terhadap kenaikan harga emas.

Baca Juga  Harga Emas Antam Hari Ini Naik

Meskipun kenaikan harga emas mungkin mempengaruhi permintaan emas oleh bank sentral, tren jangka panjang pembelian emas tetap kuat.

Bank sentral terus berkomitmen untuk menambah cadangan emas mereka, seperti yang terlihat dari laporan IMF pada Juli 2024, yang menunjukkan peningkatan cadangan emas sebesar 37 ton secara global, tertinggi sejak Januari 2024.

Menurut International Financial Statistics, berikut adalah negara-negara dengan cadangan emas terbesar di dunia hingga Juli 2024.

Sumber foto: CNBCIndonesia.com

Beberapa negara yang mencatatkan peningkatan cadangan emas pada bulan Juli termasuk:

Turki: Menambah 4 ton emas, menjadikan total cadangan emasnya mencapai 589 ton, melampaui rekor sebelumnya.

India: Bank Sentral India menambah 5 ton emas, sehingga total kepemilikan emasnya mencapai 846 ton.

Polandia: Negara ini mencatatkan pembelian bersih terbesar, dengan tambahan 14 ton emas, meningkatkan total cadangan emasnya menjadi 392 ton. (*)