PADANG – Wali Kota Padang sekaligus Ketua Umum Ikatan Keluarga Tanah Datar (IKTD) Sumatera Barat (Sumbar), Fadly Amran, secara resmi menghadiri Rapat Kerja (Raker) IKTD Sumbar.
Pertemuan strategis ini diselenggarakan di Aula Universitas Baiturrahmah pada Jumat (1/5/2026).
Rapat kerja tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus harian, dewan pakar, penasehat, serta anggota IKTD dari berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Pertemuan ini berlangsung dalam suasana hangat yang mempererat semangat kebersamaan antarperantau asal Tanah Datar.
Fokus pada Soliditas Organisasi
Dalam sambutannya, Fadly Amran menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi dan soliditas internal sebagai fondasi utama dalam merumuskan program kerja yang berdampak.
Ia memberikan apresiasi khusus kepada seluruh elemen organisasi yang terus mengawal pergerakan IKTD.
“Kerapian kita dalam mengurus organisasi ini sangat penting. Saya mengapresiasi pengurus harian, dewan pakar, dan penasehat yang hadir dalam mengawal program-program IKTD Sumatera Barat, sehingga dapat terus memperkuat silaturahmi antar pengurus, anggota, dan seluruh kenagarian perantau di Sumatera Barat,” ujar Fadly.
Kontribusi Nyata untuk Ranah dan Rantau
Fadly juga mendorong agar organisasi perantau ini tidak sekadar menjadi wadah berkumpul, tetapi mampu melahirkan program kerja yang menjadi solusi atas berbagai permasalahan masyarakat.
“Kita harus memikirkan program-program yang mampu mencarikan solusi terhadap berbagai permasalahan yang ada, baik di ranah maupun di rantau. Dengan potensi besar yang dimiliki, karena banyak tokoh yang terlibat, saya yakin IKTD Sumatera Barat mampu merumuskan program yang memberdayakan dan berdampak luas,” tambahnya.
Target Program Kerja 2026
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Panitia, Erwin Saragosa, dalam laporannya menjelaskan bahwa agenda utama rapat kerja ini adalah menyusun rencana kerja IKTD Sumatera Barat untuk sepanjang tahun 2026.
Pihaknya berharap hasil rumusan dalam rapat ini dapat diimplementasikan secara optimal demi kemajuan organisasi serta kesejahteraan masyarakat luas. (*)





