Pekanbaru

Mahasiswa UR Ditantang Jadi Agent of Change Pangan Lokal dan Smart Farming

×

Mahasiswa UR Ditantang Jadi Agent of Change Pangan Lokal dan Smart Farming

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Universitas Riau (UR) menggelar kuliah umum bertema “Kebijakan Prioritas Pemerintah di Bidang Pangan” di Student Center UR, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI sebagai pembicara utama, serta dihadiri Asisten I Setdaprov Riau Zulkifli Syukur, Kadisdik Riau Erisman Yahya, dan sejumlah tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Syukur mendorong mahasiswa Universitas Riau untuk mengambil peran strategis sebagai agent of change di sektor pangan.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mendorong diversifikasi pangan, inovasi pertanian modern, hingga penguatan ketahanan pangan nasional.

“Kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami, tetapi juga aktif mempromosikan konsumsi pangan lokal non-beras dan non-gandum seperti ubi, sagu, dan jagung. Selain itu, perlu juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola makan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA),” ujarnya.

Baca Juga  Ramadan 1447 H, THM di Pekanbaru Wajib Tutup Total

Zulkifli juga menyoroti pentingnya inovasi teknologi di tengah tantangan penyempitan lahan. Mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan solusi seperti urban farming, rumah bibit hemat air, hingga digitalisasi pertanian (smart farming).

Tak hanya itu, ia mendorong lahirnya inovasi dalam pengolahan hasil pertanian guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, seperti pengembangan produk turunan kelapa dan olahan pangan kreatif lainnya.

“Mahasiswa harus memahami bahwa swasembada pangan, khususnya beras, jagung, dan gula, merupakan kunci kedaulatan bangsa sekaligus kehormatan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Riau, Sri Indarti, menyebut kehadiran Wamenkop Bidang Pangan sebagai momentum penting untuk memperkuat wawasan kebangsaan di kalangan akademisi, terutama dalam menghadapi isu strategis seperti ketahanan dan kedaulatan pangan, serta hilirisasi sektor pertanian.

Baca Juga  Makan Konate Bertahan, Adhyaksa FC Amankan Motor Serangan untuk Musim 2026/27

“Isu pangan saat ini tidak hanya soal produksi dan distribusi, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa, stabilitas ekonomi, kesejahteraan masyarakat, hingga ketahanan nasional,” ungkapnya.

Menurut Sri, perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan penelitian yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul serta solusi konkret bagi persoalan pangan nasional.

Melalui kuliah umum ini, ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari pemangku kebijakan, tetapi juga mendapatkan inspirasi dan perspektif strategis untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor pangan.

“Kami percaya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam melahirkan inovasi dan langkah nyata menuju ketahanan pangan yang berkelanjutan,” tutupnya.