RiauHukrimPekanbaruUtama

Diduga Perampokan Berdarah, Warga Kurnia 2 Pekanbaru Heboh

×

Diduga Perampokan Berdarah, Warga Kurnia 2 Pekanbaru Heboh

Sebarkan artikel ini
Diduga Perampokan Berdarah, Warga Kurnia 2 Pekanbaru Heboh
Ilustrasi.(ist)

PEKANBARU – Warga Jalan Kurnia 2, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, digegerkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang perempuan, Rabu (29/4/2026).

Korban ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di dalam rumahnya dan diduga menjadi korban perampokan yang disertai kekerasan.

Kejadian ini sontak memicu kepanikan dan duka di lingkungan sekitar.

Pantauan ingatlah.com, sejumlah warga berkerumun di lokasi begitu kabar tersebut menyebar.

Sementara aparat kepolisian langsung bergerak cepat melakukan penanganan.

Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Budi Pramana melalui Kanit Reskrim Iptu Dodi Vivino membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Baca Juga  TNTN Konfirmasi Penyebab Kematian Gajah Tari, Ini Faktanya!

Ia menyebutkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap fakta di balik kejadian tersebut.

“Benar, saat ini kami masih melakukan penyelidikan,” ujar Iptu Dodi.

Berdasarkan informasi awal, rumah korban diduga menjadi sasaran perampokan.

Selain itu, korban juga diduga mengalami kekerasan fisik yang menyebabkan meninggal dunia.

“Informasi sementara, rumah korban diduga dirampok. Korban juga diduga mengalami kekerasan hingga meninggal dunia,” ungkapnya.

Tim kepolisian telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh.

Baca Juga  Geger! Istri Temukan Suami Tewas Tergantung di Kandang Kambing, Ini Kronologinya

Sejumlah barang bukti dikumpulkan guna mendukung proses penyelidikan.

Selain itu, polisi juga memintai keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi untuk menelusuri aktivitas mencurigakan sebelum kejadian.

Hingga kini, identitas pelaku maupun kronologi pasti peristiwa tersebut masih dalam penyelidikan.

Pihak kepolisian memastikan akan bekerja maksimal untuk mengungkap kasus ini.

“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi. Mohon waktu, kasus ini akan kami ungkap secara tuntas,” tegas Iptu Dodi.