Bengkalis

Riau Terbanyak Hotspot di Sumatera, Bengkalis Dominan 155 Titik

×

Riau Terbanyak Hotspot di Sumatera, Bengkalis Dominan 155 Titik

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi kebakaran lahan di Siak Kecil (foto:net)

INGATLAH.COM – Provinsi Riau kembali tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak di Pulau Sumatera.

Berdasarkan pembaruan data hingga Rabu (11/2/2026) pukul 23.00 WIB, terdeteksi sebanyak 275 hotspot tersebar di sejumlah kabupaten/kota di Riau.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lain di Sumatera, dari total 390 hotspot yang terpantau di seluruh wilayah Sumatera.

Sebaran titik panas di Riau didominasi oleh Kabupaten Bengkalis dengan 155 hotspot.

Disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 60 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 34 titik. Kabupaten Rokan Hilir turut menyumbang 11 hotspot.

Selain itu, titik panas juga terpantau di Kota Dumai sebanyak 6 titik, Kabupaten Siak 4 titik, serta masing-masing 2 titik di Kabupaten Kampar dan Kuantan Singingi. Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu tercatat 1 titik panas.

Baca Juga  TPP KONI Riau Masih Deadlock, Verifikasi Ulang Dukungan Calon Ketum Belum Tuntas

Tingginya jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius, mengingat kondisi cuaca di Riau pada pagi hingga siang hari didominasi cerah hingga cerah berawan, yang berpotensi mendukung munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Memasuki sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Riau.

Namun demikian, BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Kampar, Kuantan Singingi, Siak, Rokan Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Pekanbaru, terutama pada sore, malam hingga dini hari.

Baca Juga  Lifter Putri Riau Maharani Sabet Perak di PON XXI

BMKG mencatat suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan udara 50 hingga 98 persen.

Angin bertiup dari arah utara hingga timur dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.

Sementara itu, untuk wilayah perairan Provinsi Riau, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah.

Kondisi ini menuntut kewaspadaan semua pihak terhadap potensi karhutla, sekaligus memperhatikan perkembangan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.