Pelalawan

Begini Kronologi Penemuan Gajah Mati Mengenaskan di Pelalawan Riau

×

Begini Kronologi Penemuan Gajah Mati Mengenaskan di Pelalawan Riau

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Kasus kematian gajah Sumatera di areal sekitar konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, kini masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian.

Penemuan bangkai gajah tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Winarno pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Ia mengaku mencium aroma busuk dari dalam hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah tersebut.

“Saya mencium bau tidak sedap dari arah hutan, lalu menemukan gajah sudah mati. Saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” ujar Winarno.

Baca Juga  Doa Bersama Tandai Pembangunan Jembatan Strategis Penghubung Pangkalan Terap–Kuala Panduk

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui langsung turun ke lokasi pada 3 Februari 2026.

Keesokan harinya, tim gabungan yang terdiri dari Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, Bidlabfor Polda Riau, serta BKSDA melakukan kegiatan nekropsi di lokasi penemuan.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara melalui Kasat Reskrim AKP I Gede Yoga Eka Pranata menyebutkan bahwa kondisi gajah sangat memprihatinkan.

“Gajah ditemukan dalam kondisi mati dengan bagian kepala terpotong dan posisi duduk. Saat ini kami masih mendalami penyebab kematiannya,” jelas AKP Yoga.

Baca Juga  Karena Ini, Pencarian Penumpang Lompat dari Dumai Line Dihentikan Sementara

Untuk memperkuat penyelidikan, Tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin Iptu Imam Yusuf Hanura telah mengambil sejumlah sampel tanah di sekitar TKP guna diuji di laboratorium forensik.

Polisi menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini hingga tuntas dan mengajak masyarakat berperan aktif dalam menjaga satwa liar.

Sebelumnya, ingatlah.com memberitakan seekor gajah ditemukan mati mengenaskan dengan kondisi kepala terpotong dalam posisi duduk.