INGATLAH – Akses transportasi utama yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok melalui Sitinjau Lauik kini telah kembali normal.
Mulai Jumat pagi (9/1/2026), pihak kepolisian resmi membuka dua jalur lalu lintas setelah proses evakuasi truk pengangkut crane yang terperosok ke jurang di Kelok Banto dinyatakan selesai.
Operasi pemindahan kendaraan berat tersebut berlangsung intensif sejak Kamis malam (8/1/2026) pukul 23.00 WIB dan berlanjut hingga dini hari.
Kepala Unit Brigade Motor (BM) Satlantas Polresta Padang, Ipda Andes Junaidi, mengonfirmasi bahwa hambatan di kawasan Panorama II telah teratasi sepenuhnya.
“Untuk arus lalu lintas, baik dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya, sudah bisa kita buka atas-bawah (dua jalur),” ungkap Ipda Andes Junaidi, Jumat pagi.
Kondisi Jalan Licin dan Antrean Kendaraan
Meski kedua jalur sudah dapat dilalui per pukul 08.00 WIB, volume kendaraan terpantau masih sangat padat.
Kasatlantas Polres Solok, Iptu Rido menjelaskan bahwa kepadatan ini dipicu oleh aktivitas pembersihan material sisa di badan jalan.
Kondisi medan kian menantang karena guyuran hujan yang membuat aspal di tikungan tajam Kelok Banto menjadi sangat licin.
Selain itu, terdapat kendaraan berat lain yang sempat mengalami kendala teknis saat melintasi tanjakan ekstrem tersebut.
“Kendaraan dari kedua arah cukup padat karena masih ada pembersihan jalan yang licin di tikungan Kelok Banto. Kondisi ini dipicu oleh kendaraan berat yang sebelumnya mengalami kendala teknis atau trouble saat melewati tanjakan tersebut,” jelas Iptu Rido.
Pihak kepolisian mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh pengguna jalan, terutama para sopir kendaraan besar, agar tetap berada di antrean dan tidak saling mendahului atau melambung.
Kehati-hatian ekstra sangat ditekankan mengingat kondisi permukaan jalan yang licin pascaevakuasi.
Hingga saat ini, personel dari Satlantas Polresta Padang dan Satlantas Polres Solok masih bersiaga penuh di lokasi guna mengatur sirkulasi kendaraan agar tetap lancar dan menghindari potensi kecelakaan susulan di jalur ekstrem Sitinjau Lauik tersebut. (*)





