INGATLAH – Fenomena alam berupa sinkhole atau tanah berlubang yang muncul di kawasan pertanian Pombatan, Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, masih menjadi perhatian masyarakat hingga hari ketiga sejak kejadian.
Pantauan Ingatlah di lokasi, Selasa (6/1/2025), ratusan warga tampak memadati area persawahan yang dikenal masyarakat setempat sebagai sawah luluih.
Tidak hanya warga sekitar, pengunjung dari nagari tetangga hingga luar daerah turut berdatangan untuk melihat langsung fenomena alam tersebut.
Keramaian pengunjung membuat kawasan itu berubah layaknya lokasi wisata dadakan.
Sejumlah warga bahkan memanfaatkan momen tersebut dengan berjualan di sekitar area sawah.
Banyak pengunjung terlihat berswafoto di tepi sawah yang terendam air akibat aliran dari lubang besar tersebut.
Debit air dari dalam lubang dilaporkan terus mengalir dan menggenangi areal persawahan di sekitarnya.
Air yang keluar tampak jernih dan telah dialirkan ke saluran irigasi (banda) oleh warga setempat untuk mengurangi genangan.
Sejak Senin (5/1/2025) sekitar pukul 14.30 WIB, jalan menuju kawasan pertanian Pombatan sudah dipadati warga dan wisatawan yang datang silih berganti dengan berjalan kaki. Kepadatan semakin meningkat pada siang hingga sore hari.
Salah seorang pengunjung Leni (42) asal Kota Payakumbuh mengaku sengaja datang ke Jorong Tepi karena penasaran setelah melihat informasi yang beredar.
“Karena penasaran akhirnya datang kesini secara langsung, ternyata ramai,” katanya kepada Ingatlah.
Hal serupa disampaikan Salfi (27), warga Kabupaten Tanah Datar, yang datang bersama temannya setelah mengetahui fenomena tersebut melalui media sosial.
“Awalnya cuma lihat di media sosial, jadi penasaran. Pas sampai di sini kaget, ramai sekali seperti tempat wisata,” ujar Salfi.
Diketahui sebelumnya, fenomena sawah luluih ini pertama kali terjadi pada Minggu (4/1/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Warga dikejutkan oleh suara dentuman keras dari arah persawahan, sebelum akhirnya diketahui muncul lubang besar di lahan pertanian produktif milik Adrolmios (61).
Peristiwa tersebut sempat memicu kepanikan warga karena terjadi secara tiba-tiba dan berada di area persawahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan petani setempat.
Aparat kepolisian bersama perangkat nagari segera turun ke lokasi dan memasang garis pengaman di sekitar lubang guna membatasi akses warga, sekaligus mengantisipasi potensi longsor susulan yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung.
Hingga kini, warga masih terus berdatangan untuk menyaksikan langsung fenomena alam langka tersebut, sementara pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak mendekati area berbahaya. (*)





