INGATLAH – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, mengeluarkan imbauan agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Hal ini disampaikan mengingat kondisi cuaca di wilayah Sumatera Barat yang masih tidak menentu dan sulit diprediksi.
Meskipun puncak musim hujan telah terlewati pada akhir tahun 2025 lalu, Mahyeldi menegaskan bahwa kemungkinan terjadinya curah hujan dengan intensitas tinggi masih terbuka lebar dalam beberapa bulan ke depan.
“Cuaca ini belum sepenuhnya stabil. Karena itu, masyarakat tetap perlu waspada dan siaga,” tegas Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) terkait penanganan infrastruktur pascabencana di Auditorium Gubernuran, Senin (5/1/2026) malam.
Berdasarkan hasil kajian dari tim teknis, intensitas hujan yang tinggi dikhawatirkan akan memperparah kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan serta tanggul-tanggul yang mengalami kerusakan.
Infrastruktur pengendali banjir lainnya juga menjadi perhatian serius pemerintah dalam upaya mitigasi ini.
Gubernur juga menyoroti pentingnya peran aktif warga dalam mengikuti perkembangan informasi cuaca resmi agar risiko bencana dapat diantisipasi lebih dini.
“Keselamatan masyarakat adalah yang utama. Edukasi dan kewaspadaan bersama sangat menentukan,” tambah Mahyeldi.
Guna menekan risiko, Mahyeldi meminta agar jalur komunikasi dan koordinasi dari tingkat pemerintah hingga ke lapisan masyarakat terbawah dipercepat dan diperjelas.
Tujuannya adalah agar masyarakat memiliki kesiapan yang matang tanpa menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.
Dengan adanya kesiapsiagaan kolektif antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak buruk dari potensi bencana hidrometeorologi susulan dapat diminimalkan secara efektif. (*)





