INGATLAH – Curah hujan sedari malam hingga sore dan diikuti pertumbuhan awan yang masif di kawasan barat Sumatera memicu peringatan dini bagi warga Kota Padang.
Pusdalops PB melaporkan adanya potensi hujan dengan intensitas tinggi yang diprediksi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan, terhitung sejak Jumat (2/1/).
Menanggapi situasi darurat ini, Wali Kota Padang Fadly Amran telah menginstruksikan seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemko) untuk berada dalam posisi siaga penuh.
Apalagi, kondisi ini terjadi saat sebagian wilayah kota masih dalam masa pemulihan pascabencana sebelumnya.
“Data dari Pusdalops PB menunjukan pertumbuhan awan hujan sangat tinggi. Hal ini menimbulkan potensi hujan deras sejak hari ini sampai beberapa hari ke depan di Kota Padang. Kita yang belum pulih 100 persen kembali harus siaga bersama,” tegas Fadly Amran.
Dampak Cuaca Ekstrem dan Proses Evakuasi Curah hujan yang turun sejak malam hingga siang hari telah menyebabkan akses transportasi menuju Batu Busuak, Kecamatan Pauh, terputus total.
Personel BPBD bersama relawan dilaporkan telah mulai melakukan evakuasi terhadap warga di lokasi tersebut.
“Akses terputus, beberapa warga sudah dievakuasi oleh BPBD Kota Padang dan relawan. Kami masih menunggu data lengkapnya, namun personil Pemko Padang sudah bersiaga dan melakukan evakuasi di lokasi,” tambah Fadly Amran.
Kondisi serupa terjadi di Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji. Meluapnya debit air sungai memicu banjir bandang yang merendam permukiman.
Kantor SAR Padang telah mengerahkan enam personel untuk membantu evakuasi warga secara bertahap.
Kasi Ops Kantor SAR Padang, Hendri, menjelaskan timnya menggunakan armada khusus untuk menembus lokasi.
“Operasi penyelamatan memanfaatkan satu unit truk LCR serta perlengkapan evakuasi air untuk menjangkau area yang sulit dilalui kendaraan biasa,” ujarnya.
Data Korban di Kuranji Camat Kuranji, Rido Satria, melaporkan dampak bencana di wilayahnya mencakup puluhan keluarga.
“Sebanyak 24 Kepala Keluarga (KK) di kawasan Pasa Lalang ikut menjadi korban terdampak dari banjir bandang tersebut. Namun yang terdampak langsung itu sebanyak 7 KK,” jelas Rido.
Perluasan Peringatan Dini BMKG BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang diprediksi meluas ke berbagai titik di Sumatera Barat.
Wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Mentawai, hingga Solok Selatan.
Di Kota Padang sendiri, potensi hujan lebat disertai angin kencang dan kilat mencakup hampir seluruh wilayah kecamatan, mulai dari Bungus Teluk Kabung hingga Koto Tangah.
BPBD telah menyiagakan petugas di titik-titik rawan seperti Koto Tangah, Pauh, Kuranji, dan Nanggalo untuk mempercepat respons bantuan. (*)
-
Waspada Banjir Bandang Padang, Warga Pasa Lalang Mulai Dievakuasi





