Berita

Banjir Tunggul Hitam Padang, TPU Terendam hingga 80 Cm

×

Banjir Tunggul Hitam Padang, TPU Terendam hingga 80 Cm

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Intensitas hujan yang tidak kunjung reda sejak Kamis malam (1/1) hingga Jumat sore (2/1) mengakibatkan sejumlah wilayah di Kota Padang dikepung banjir.

Salah satu titik terdampak paling signifikan adalah kawasan Tunggul Hitam, menyusul meluapnya aliran sungai Batang Kuranji ke jalan raya dan permukiman warga.

Genangan air setinggi 40 hingga 50 sentimeter dilaporkan melumpuhkan jalur transportasi utama yang menghubungkan Simpang Tunggul Hitam menuju Dadok Tunggul Hitam dan Kurao Pagang.

Situasi ini menyebabkan kendaraan roda dua dan mobil pribadi tidak dapat melintas, kecuali kendaraan bertubuh besar.

Kondisi ini mengakibatkan banyak sepeda motor mengalami mogok mesin karena pengendara memaksakan diri melewati arus. Riki (41), seorang pekerja, menceritakan pengalamannya saat terjebak banjir tersebut.

Baca Juga  Wako Padang Perintahkan Evakuasi 5 Mahasiswa Terjebak di Sungai Bangek

“Saya nekat menerobos karena ingin cepat sampai di rumah. Saya kira airnya dangkal, ternyata cukup dalam sampai merendam badan motor,” ungkap Riki.

Sebagai langkah darurat, arus lalu lintas dialihkan ke jalan tepian sungai di sekitar TPU Tunggul Hitam, meskipun banyak pengendara yang memilih memutar balik demi keamanan.

TPU Tunggul Hitam Menyerupai Lautan Dampak luapan Batang Kuranji juga merendam Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam.

Pantauan di lokasi pada Jumat sore pukul 17.35 WIB menunjukkan ketinggian air di area pemakaman mencapai 30 hingga 80 sentimeter, hingga menenggelamkan ratusan nisan.

Seorang warga sekitar, Nedya (39), menyebutkan bahwa debit air meningkat sangat cepat sejak Jumat pagi.

“Hujan tak henti sejak semalam menjadi pemicu utama. Air luapan sungai masuk ke area pemakaman dan terus meninggi karena aliran dari hulu sangat deras,” tuturnya.

Baca Juga  Festival Permainan Tradisional Lubuk Begalung Perkuat Karakter Anak

Kecemasan Warga Bantaran Sungai Situasi ini memicu kekhawatiran bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai, termasuk di Kelurahan Air Tawar Timur.

Warga mulai melakukan langkah antisipasi mandiri guna menyelamatkan barang berharga mereka.

Putri (34), salah seorang warga, melaporkan bahwa air sudah mulai merembes masuk ke dalam huniannya.

“Kami sangat cemas melihat arus deras ini. Saat ini perabotan rumah tangga sudah kami naikkan ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi jika debit air terus meningkat,” kata Putri.

Hingga saat ini, hujan masih mengguyur Kota Padang. Masyarakat diminta untuk tetap siaga menghadapi potensi banjir susulan. (*)