INGATLAH – Dalam rangka mensyukuri 23 tahun pengabdian sekaligus mempererat tali silaturahmi, Alumni TTNT ASADE Polda Riau Angkatan 2002 menggelar reuni dan syukuran yang dirangkai dengan kegiatan santunan anak yatim.
Kegiatan penuh makna tersebut berlangsung di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (28/12).
Acara berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, dihadiri para alumni beserta keluarga yang datang dari berbagai satuan dan wilayah penugasan.
Kebersamaan yang terjalin mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan yang telah terbina sejak masa pendidikan.
Ketua TTNT ASADE 2002 Polda Riau, Dedek Firdaus, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian sekaligus komitmen untuk menjaga ikatan batin antar alumni.
“Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kesyukuran dan upaya mempererat silaturahmi, sekaligus menumbuhkan empati dan kepedulian kepada masyarakat,” ujar Dedek.
Ia menegaskan bahwa perjalanan 23 tahun bukanlah waktu yang singkat. Sejak masa pendidikan hingga kini, para alumni telah melalui berbagai dinamika suka dan duka bersama.
“Kita pernah satu ompreng, satu angkatan, satu alumni. Jangan sampai persaudaraan ini terkoyak oleh alasan apa pun. Pangkat dan jabatan jangan menjadi penghalang,” tegasnya.
Dedek juga mengajak seluruh alumni untuk terus menjaga kekompakan, saling mengingatkan, serta menjaga nama baik almamater dan sesama rekan.
“Kalau ada yang khilaf, mari kita saling menasihati. Tidak ada manusia yang sempurna. Yang terpenting, kita saling memaafkan dan tetap merapatkan barisan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Yuli Ariyanto, SH, MH, menyampaikan permohonan maaf karena persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Meski demikian, ia bersyukur acara dapat terlaksana dengan baik dan lancar.
“Acara ini memang dipersiapkan secara mendadak, namun alhamdulillah dapat berjalan dengan baik. Mudah-mudahan ke depan bisa dipersiapkan lebih matang dan digelar lebih meriah,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa kebersamaan dan persaudaraan alumni TTNT ASADE 2002 harus terus terjaga tanpa memandang pangkat maupun jabatan.
“Kita dilahirkan di tempat yang sama, di SPN Polda Riau. Sampai kapan pun, kita tetap TTNT ASADE 2002,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan doa bersama, ramah tamah, serta penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial dan rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian yang telah dilalui. (sony)





