INGATLAH.COM – Sepanjang tahun 2025, Polres Rokan Hilir (Rohil) menghadapi dua insiden besar yang menyita perhatian publik dan menjadi sorotan tajam masyarakat.
Mulai dari peristiwa berdarah yang menewaskan seorang anggota polisi hingga insiden kaburnya tahanan dari ruang pemeriksaan.
Dua kejadian tersebut meninggalkan catatan serius bagi institusi kepolisian di wilayah hukum Polres Rohil.
Dikutip dari RiauOnline.co.id, ada dua peristiwa yang mencoreng keamanan dan pengawasan sepanjang tahun 2025 ini.
- Tragedi Berdarah: Bripka Lestari Candra Tewas Ditikam
Insiden memilukan terjadi pada Sabtu, 29 Maret 2025. Seorang anggota Polres Rohil, Bripka Lestari Candra, tewas setelah menjadi korban penikaman di Jalan Utama, Kelurahan Bagan Barat.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi saat korban bersama dua rekannya, Rinto dan Dedi, baru saja meninggalkan sebuah kedai tuak. Tanpa diduga, pelaku bernama Marselinus Kuku melakukan penyerangan secara brutal.
Akibat serangan tersebut, Bripka Lestari Candra dan Rinto meninggal dunia setelah mengalami luka tusuk di bagian vital. Sementara itu, Dedi berhasil selamat meski mengalami luka serius di bagian punggung bawah.
Kasatreskrim Polres Rohil, AKP I Putu Adi Juni Winata, mengonfirmasi bahwa pelaku telah diamankan dan dibawa ke Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Terkait isu yang menyebutkan kejadian berlangsung di tempat hiburan malam (THM), pihak kepolisian menegaskan informasi tersebut tidak benar. Hingga kini, motif penikaman masih dalam pendalaman penyidik.
“Untuk motif masih dilakukan pendalaman. Apabila sudah terang nanti akan dilakukan rilis,” ujar AKP I Putu Adi Juni Winata, dikutip dari RiauOnline.co.id.
- Pengamanan Jebol: Tahanan Kabur dari Ruang Reskrim
Belum lama berselang dari tragedi penikaman, Polres Rohil kembali diterpa persoalan serius.
Seorang tahanan dilaporkan berhasil melarikan diri dari ruang Reserse Kriminal (Reskrim) saat menjalani pemeriksaan.
Modus pelarian terbilang klasik namun berakibat fatal.
Saat dibawa keluar dari sel (dibon) untuk diperiksa, tahanan tersebut berpura-pura meminta izin ke kamar mandi. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk melarikan diri melalui area kamar mandi ruang Reskrim.
Hingga berita ini diturunkan, Kapolres Rokan Hilir AKBP Isa Imam Syahroni belum memberikan keterangan resmi terkait identitas tahanan maupun kronologi lengkap upaya pengejaran.
Insiden kaburnya tahanan ini menambah daftar kasus serupa yang terjadi di wilayah hukum Polda Riau dan kembali memunculkan sorotan publik terhadap sistem pengamanan serta pengawasan tahanan di lingkungan kepolisian.(*)





