Berita

Avanza Hangus Terbakar Dekat SPBU Bukittinggi, Damkar Sigap

×

Avanza Hangus Terbakar Dekat SPBU Bukittinggi, Damkar Sigap

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Kekhawatiran akan bencana besar nyaris terjadi di kawasan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), Kota Bukittinggi, pada Senin (15/12).

Sebuah minibus Toyota Avanza hangus terbakar hebat tepat di dekat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sekitar pukul 15.30 WIB.

Video insiden yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kobaran api yang dengan cepat melahap seluruh badan mobil.

Posisi kebakaran yang sangat dekat dengan SPBU memicu kepanikan warga dan membutuhkan respons darurat yang masif.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bukittinggi, Joni Feri, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan langkah yang diambil untuk mengantisipasi potensi ledakan.

Baca Juga  Kasus Korupsi Pasar Atas Bukittinggi, Dua Tersangka Baru Ditahan

“Benar, satu unit mobil Avanza terbakar hangus. Di dalam mobil diduga terdapat beberapa bahan yang mudah terbakar,” ujar Joni Feri saat dikonfirmasi, mengisyaratkan tingginya risiko insiden.

Untuk memadamkan api dan, yang terpenting, mencegah api meluas ke fasilitas vital SPBU, Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan kekuatan penuh dan bantuan lintas wilayah.

Total 35 personel gabungan diterjunkan, didukung oleh:

  • Enam unit mobil pemadam kebakaran milik Kota Bukittinggi.

  • Dua unit mobil tangki suplai air.

  • Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Agam.

Baca Juga  Jalur Padang-Bukittingi Lewat Lembah Anai Dibuka 6 Hari

“Tugas kami fokus pada pemadaman api dan mengantisipasi agar api tidak menyebar ke area sekitar, terutama SPBU,” jelas Joni Feri, memuji kesigapan tim yang berhasil mengendalikan situasi darurat tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materiil berupa mobil Avanza yang hangus total masih dalam pendataan.

Sementara itu, dugaan penyebab pasti kebakaran dan kemungkinan aktivitas terlarang di dalam mobil diserahkan kepada pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut. (*)