Berita

Air PDAM Padang Lumpuh, Wagub Sumbar Desak Pimpinan Ngopi di Lokasi

×

Air PDAM Padang Lumpuh, Wagub Sumbar Desak Pimpinan Ngopi di Lokasi

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy. (Foto: Istimewa)

INGATLAH – Krisis air bersih PDAM yang tak kunjung usai di Kota Padang pascabencana banjir bandang memicu reaksi keras dari Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy, Senin (15/12).

Ia mendesak jajaran Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang untuk segera menuntaskan masalah tersebut, bahkan meminta pimpinan daerah turun langsung ke lapangan.

Dalam pernyataannya, Wagub Vasko menyoroti betapa seriusnya masalah air bersih yang telah lumpuh berhari-hari.

“PDAM itu sudah berapa hari tidak hidup-hidup semua Padang ini, Pak. Ini sudah mulai sebentar lagi marah-marah semua masyarakat sama Bapak,” tegas Vasko, menggarisbawahi potensi gejolak sosial akibat terganggunya kebutuhan primer warga.

Menurutnya, krisis air bersih ini telah menjadi kendala primer yang harus ditangani dengan keseriusan maksimal.

Baca Juga  Pemko Padang Gelar Seminar Pendidikan Internasional Dihadiri 2.334 Peserta

“Saya berharap betul-betul kepala daerah maupun sekda perlu turun. Kalau perlu Bapak pergi ngopi ngerokok setiap hari di situ sampai orang-orang itu bisa hidup air PDAM-nya,” cetus Vasko, mendesak Dirut PDAM dan jajaran pimpinan untuk melakukan pengawasan intensif secara langsung.

Sebelumnya, Direktur Utama PDAM Padang, Hendra Pebrizal, telah memaparkan akar masalah.

Kerusakan masif terjadi pada intake air di wilayah utara, di mana pipa sepanjang 1,5 kilometer hanyut terbawa arus, termasuk rusaknya rumah pompa.

Saat ini, dua intake utama Intake Palukahan (300 liter/detik) dan intake pompa (200 liter/detik) masih non-aktif karena menantikan komponen vital.

Baca Juga  6 Bendung di Wilayah Kerja Balai Wilayah Sungai Sumatera VII

“Target penyelesaian perbaikan adalah paling lama 10 hingga 15 hari, bahkan diupayakan selesai dalam seminggu jika cuaca mendukung,” katanya, kemarin Minggu (14/12).

Namun, Hendra juga mengakui adanya kendala besar di lapangan. Tim harus berjuang menembus medan di hulu yang rusak parah, di mana terdapat empat titik longsor dan jembatan putus, memaksa tim menempuh jarak sekitar 7-8 kilometer tanpa jalan aspal dengan bantuan alat berat.

“Sebagai solusi darurat, PDAM terus mendistribusikan air bersih menggunakan 12 unit mobil tangki secara bergilir, dengan prioritas utama diberikan kepada fasilitas vital seperti RSUD dan RS Siti Rahmah,” tutupnya. (*)