INGATLAH – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan kecepatan dan profesionalisme dalam penanganan korban meninggal dunia akibat bencana alam yang melanda beberapa wilayah.
DVI Polda Sumbar melaporkan bahwa lima jenazah korban bencana telah berhasil diidentifikasi dan data mereka dikonfirmasi, Kamis, (27/11) pukul 13.00 WIB.
Laporan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Kedokteran dan kesehatan (Biddokkes) Polda Sumbar, Kombes Pol Sri Handayani sebagai bagian dari pembaruan aktivitas tim DVI di berbagai posko penanganan di Sumatera Barat.
Secara keseluruhan, total korban meninggal dunia yang masuk dalam data DVI per hari ini berjumlah 5 orang.
Seluruhnya, yakni 5 orang, telah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, 5 orang korban lainnya dilaporkan masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Fokus Utama di Padang dan Pasaman Barat
Posko DVI di Kota Padang menjadi pusat penanganan utama dengan laporan empat korban meninggal yang masuk dan teridentifikasi.
Posko DVI RS Bhayangkara Padang: Menerima dan mengidentifikasi 1 jenazah, atas nama Yerna Wilis (57), seorang perempuan dari Ikua Koto, Koto Tangah, Padang.
Posko DVI RSUD dr. Rasyidin Padang: Menerima dan mengidentifikasi 3 jenazah. Ketiga korban yang teridentifikasi melalui data sekunder (informasi keluarga) ini berasal dari kawasan Lubuk Minturun, yaitu:
- Roni Syaputra (42)
- Syamsul Kamaruddin (72)
- Aidil Putra (13)
Selain itu, DVI juga mencatat penemuan korban di wilayah lain.
-
DVI Pasaman Barat: Melaporkan 1 korban meninggal yang telah teridentifikasi atas nama Roki Hidayat (13), seorang pelajar dari Jorong Silayang, Nagari Batahan Tengah.
Status Wilayah Lain
Meskipun fokus identifikasi berada di Padang dan Pasaman Barat, laporan DVI mencakup pemantauan di beberapa wilayah lain yang terdampak.
Sejumlah posko DVI di kabupaten/kota seperti Tanah Datar, Padang Panjang, Bukittinggi, Sijunjung, Agam, Pariaman, Pasaman, 50 Kota, dan Solok Kota melaporkan status nihil korban meninggal maupun teridentifikasi pada periode pelaporan ini.
Keberhasilan identifikasi kelima korban ini menunjukkan kerja keras tim gabungan dalam memvalidasi data ante mortem (sebelum kematian) dari keluarga dengan data post mortem (setelah kematian) guna memastikan hak-hak korban terpenuhi dan memberikan kepastian kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Total korban meninggal 5 orang, seluruhnya telah teridentifikasi, dan 5 korban lainnya sedang dirawat intensif,” tutupnya. (*)





