INGATLAH – Musibah banjir bandang datangi Jorong Silungkang, Nagari Tigo Koto Silungkang Kecamatan Palembayan, Agam, Senin pagi (24/11).
Parahnya, baru saja kemarin bencana longsor datang, bencana susulan ini terjadi di lokasi yang sama, yakni Jalan Tanah Liek, Jorong Silungkang, sehari setelah area tersebut dibersihkan dari material longsor sebelumnya.
Banjir bandang kali ini membawa material lumpur dan kayu dalam volume yang jauh lebih besar, menimbun total akses jalan utama yang menghubungkan Palembayan menuju Bukittinggi. Akibatnya, jalur vital tersebut lumpuh total.
Seorang warga setempat, Rendy Primayoga (31), menggambarkan keparahan situasi di lapangan.
“Seluruh jalan kembali tertutup, alat berat yang untuk evakuasi kemarin tidak bisa lagi berfungsi karena jalan tertimbun total,” ujar Rendy.
Kondisi ini memaksa seluruh pengendara harus memutar dengan jarak tempuh yang jauh, sangat mengganggu mobilitas warga dan distribusi logistik di Agam.
Komunikasi Terputus, Warga Panik
Selain akses darat, bencana ini juga melumpuhkan jaringan komunikasi. Koneksi internet dan telepon di lokasi dilaporkan terputus, sehingga menyulitkan masyarakat untuk memberikan laporan dan meminta bantuan darurat.
Warga harus pergi ke jorong tetangga hanya untuk melaporkan kondisi terbaru.
“Kami cukup panik, soalnya hujan tidak berhenti. Ancaman banjir bandang terus menghantui,” tambah Rendy, mengingat musibah sehari sebelumnya menimbun dua rumah dan satu mobil.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Agam, Abdul Ghafur membenarkan adanya laporan banjir bandang susulan tersebut dan berjanji segera mengambil tindakan.
“Nanti kita akan kerahkan personel ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak nagari,” kata Abdul Ghafur.
Meski demikian, Abdul Ghafur menjelaskan bahwa penanganan di Palembayan harus berbagi prioritas.
BPBD Agam menghadapi tantangan besar karena pada pagi hari yang sama, lima titik bencana berbeda melanda wilayah Agam secara bersamaan, menuntut pembagian sumber daya yang cermat. (*)





