INGATLAH – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur Kota Padang menimbulkan insiden yang mengancam fungsi vital pengendalian air kota, , Jumat (21/11)
Sebuah pohon berjenis Trembesi dilaporkan tumbang dan menghambat total aliran air di kawasan Banjir Kanal, tepatnya di belakang Bank Nagari Siteba, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Al Banna, mengonfirmasi kejadian tersebut.
Pohon yang tumbang ini memiliki dimensi yang masif, dengan panjang estimasi 15 meter dan diameter batang mencapai 65 sentimeter, menjadikannya penghalang serius bagi fungsi drainase kanal.
Ancaman Dampak Hidrologi
Kronologi yang dilaporkan BPBD menunjukkan bahwa intensitas hujan yang tinggi, diperparah dengan tiupan angin kencang, menjadi pemicu utama insiden pada pukul 11.00 WIB tersebut.
Meskipun tidak dilaporkan adanya kerugian material pada properti milik warga sekitar, seperti rumah Bapak Amiruddin (76) dan Bapak Hendri (52) yang berprofesi sebagai buruh harian lepas, penyumbatan pada Banjir Kanal menimbulkan risiko hidrologi yang patut diwaspadai.
Banjir Kanal memiliki peran krusial dalam mengalirkan debit air saat curah hujan tinggi. Terhambatnya aliran air oleh batang Trembesi raksasa ini dikhawatirkan dapat memicu potensi luapan air ke permukiman warga di sekitar area Nanggalo jika hujan susulan kembali terjadi.
Menanggapi situasi darurat ini, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang segera diterjunkan ke lokasi di bawah komando Kepala Pelaksana (Kalaksa) dan Kabid KL.
Operasi pembersihan pohon tumbang melibatkan kolaborasi lintas sektor yang terdiri dari:
-
BPBD Kota Padang (Sebagai koordinator dan pelaksana utama)
-
Lyrah
-
Babinsa
-
Dubalang (Tenaga pengamanan lokal)
Berkat sinergi tim di lapangan, proses pemotongan dan evakuasi batang Trembesi yang menghambat aliran air telah berhasil diselesaikan.
Kabid KL BPBD memastikan bahwa kondisi terakhir lokasi telah bersih, dan aliran air di Banjir Kanal telah kembali normal. Respons cepat ini dinilai penting untuk menanggulangi risiko banjir yang lebih besar. (*)





