PekanbaruUtama

Dibujuk Lewat WhatsApp, Mahasiswa di Pekanbaru Jadi Korban Penganiayaan Misterius

×

Dibujuk Lewat WhatsApp, Mahasiswa di Pekanbaru Jadi Korban Penganiayaan Misterius

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Penyidik Unit Reskrim Polsek Limapuluh tengah mendalami kasus dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan sekelompok mahasiswa dari dua universitas di Kota Pekanbaru.

Seorang mahasiswa berinisial R menjadi korban pengeroyokan di lingkungan sekretariat Mapala pada Rabu (12/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB.

Kapolsek Limapuluh, Kompol Viola Dwi Anggreni, mengungkapkan bahwa polisi telah memintai keterangan korban serta saksi pelapor untuk mengungkap para pelaku.

“Korban mendapat pesan WhatsApp dari seorang perempuan berinisial AN yang mengajaknya bertemu di sekretariat Mapala,” ujar Kompol Viola dikutip dari Riauaktual.com, Rabu (19/11/2025).

Awalnya, R menolak ajakan tersebut karena sedang berada di rumah orang tuanya.

Namun AN terus mendesak, bahkan mengancam bahwa para senior akan menjemputnya bila ia tak datang.

Baca Juga  Fernando Olferi Resmi Mualaf, Ikrar Syahadat di Masjid An-Nur Pekanbaru

R kemudian meminta saran seniornya, MR, yang menyarankan agar R mengangkat telepon AN.

Meski begitu, percakapan berlangsung buntu dan AN tetap memaksa R datang sebelum pukul 23.00 WIB.

Akhirnya, R berangkat menuju lokasi bersama MR, MU, dan GU.

Setibanya di depan sekretariat Mapala, rombongan R langsung dihampiri tiga pria tak dikenal.

“Baru sampai, mereka langsung menanyakan mana R. Saat R mengangkat tangan, salah satu pria itu langsung memukul wajahnya,” jelas Kompol Viola.

MR, MU, dan GU berupaya melerai, namun justru ikut terlibat keributan dan kemudian diminta pergi.

R pun ditinggalkan seorang diri di dalam lokasi. Rekan-rekannya yang berada di luar kemudian melapor ke polisi.

Baca Juga  Eks Kades Kasang Mungkal Rohul Terbukti Korupsi APBDes, Dituntut JPU 7,5 Tahun Penjara 

Menerima laporan, Unit Reskrim Polsek Limapuluh bersama para saksi langsung menuju lokasi kejadian.

Korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani visum.

Sementara itu, AN juga sudah diperiksa penyidik.

Namun, dalam keterangannya AN mengaku tidak mengetahui siapa saja yang melakukan pemukulan terhadap R.

“AN telah memenuhi panggilan. Ia mengaku tidak mengetahui siapa yang terlibat dalam penganiayaan tersebut. Saat ini kami masih melengkapi penyelidikan,” tegas Kompol Viola.

Kasus ini kini terus didalami, termasuk menelusuri identitas para pelaku yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut.