Pekanbaru

Tewas Usai Dituduh Mencuri, Satrio Ternyata Sempat Dilarang Keluar Rumah

×

Tewas Usai Dituduh Mencuri, Satrio Ternyata Sempat Dilarang Keluar Rumah

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Duka mendalam masih kental terasa menyelimuti ruamh keluarga korban penganiayaan hingga tewas Satrio Wardhana Ramadhan (19), Senin (27/10/2025).

Remaja asal Pekanbaru itu sebelumnya dilaporkan dianiaya di kawasan Jalan Duyung, Kecamatan Marpoyan Damai.

Tragedi yang terjadi pada Kamis (23/10/2025) malam itu menyisakan luka batin mendalam, terutama bagi orangtua korban yang meyakini bahwa kematian putranya bukan kecelakaan biasa.

Ayah korban, Abdul Hamid, menuturkan bahwa sebelum kejadian, dirinya sempat melarang Satrio keluar rumah karena merasa ada firasat buruk.

“Saya sudah bilang ke Satrio, jangan keluar malam itu. Entah kenapa perasaan saya tidak enak,” ujarnya dengan suara bergetar saat ditemui di rumah duka, Senin (27/10/2025).

Namun, nasihat itu tak diindahkan. Tak lama berselang, seorang teman datang menjemput Satrio menggunakan motor NMAX putih.

Sejak saat itu, remaja tersebut tak pernah kembali.

Baca Juga  Puslitbang Polri Bongkar Mutu Barang dan Jasa di Polresta Pekanbaru

“Yang jemput teman dekatnya. Hal itu terekam jelas dari CCTV tetangga depan rumah. Tapi setelah itu Satrio tidak pulang-pulang,” lanjut Abdul Hamid sambil menahan air mata.

Beberapa jam kemudian, keluarga mendapat kabar mengejutkan.

Satrio ditemukan dalam kondisi kritis dan bersimbah darah, dengan luka parah di wajah serta sekujur tubuh.

Korban sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Polda Riau, namun nyawanya tak tertolong setelah dua jam berjuang di ruang perawatan intensif.

“Tubuhnya penuh luka lebam dan memar. Wajahnya rusak. Kami yakin dia dianiaya. Ini bukan kecelakaan,” tegas sang ayah.

Keluarga menduga kuat Satrio dijebak oleh orang yang dikenalnya, lalu dibawa ke lokasi kejadian sebelum menjadi korban penganiayaan.

Motif di balik peristiwa tragis ini masih menjadi misteri.

“Kami ingin keadilan untuk anak kami. Satrio anak baik. Dia suka membantu teman-temannya,” tambah Abdul Hamid penuh haru.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penyerobotan Lahan di Inhu Tak Kunjung Rampung, Pengamat Soroti Proses Hukum

Sementara itu, versi kepolisian menyebutkan bahwa sebelum meninggal, Satrio ditangkap warga karena diduga hendak mencuri di kawasan Jalan Duyung.

Kapolsek Bukit Raya Kompol David Ricardo menjelaskan, korban sempat diamankan di pos ronda sebelum polisi datang ke lokasi.

“Saat dijemput petugas, korban masih sadar dan sempat berbicara. Namun setelah dibawa ke RS Bhayangkara, ia meninggal dunia,” terang Kompol David.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menambahkan bahwa sejauh ini sudah enam orang saksi diperiksa, termasuk keluarga korban.

“Laporan keluarga sudah kami terima. Kami sedang mendalami peran para saksi dan kronologi lengkap peristiwa ini,” ujarnya.

Kini, kasus kematian Satrio masih terus diselidiki.

Pihak keluarga berharap, siapa pun yang bertanggung jawab atas kematian anak mereka dapat segera diproses hukum dan dijatuhi hukuman seadil-adilnya.