INGATLAH.COM – Salah seoramg tenaga pengajar Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia, Ustaz M. Ikhsan Maulana, menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional setelah terpilih mengikuti Program Markazul Lughah Mustawa 4 di Kuwait University.
Program berskala global yang berlangsung selama satu tahun ini merupakan inisiatif Pemerintah Kuwait dalam upaya memperkuat kapasitas pengajar bahasa Arab dari berbagai negara.
Selama lebih dari sebulan menjalani masa pembelajaran awal, Ustaz Ikhsan aktif mengikuti kegiatan akademik, seminar ilmiah, dan pembinaan kebahasaan bersama peserta dari berbagai negara.
Di bawah bimbingan Dr. Ahmad Sulaiman, ia mendalami aspek linguistik Arab secara komprehensif, mulai dari struktur kalimat dan teks klasik, hingga penerapan nahwu dan sharaf dalam konteks modern.
Tak hanya di ruang kuliah, Ustaz Ikhsan juga berpartisipasi dalam seminar internasional bertema “رحلتي الي تايوان و تاريخ وعراقة” yang disampaikan oleh Prof. Abdullah Muhammad Al-Hajiri, serta mengikuti program tahsin Al-Qur’an bersama Syeikh Musthafa di Masjid Indonesia Kuwait.
Ia bahkan berkesempatan melakukan kunjungan ilmiah ke kediaman Syeikh Turkiy Albasit di kawasan Abdullah Almubarak untuk berdialog mengenai budaya akademik dan metode pembelajaran bahasa Arab di dunia Arab.
“Program ini memberikan pengalaman berharga. Saya belajar bukan hanya tentang bahasa, tetapi juga tentang ruh keilmuan yang menjadi dasar peradaban Islam,” ujar Ustaz M. Ikhsan Maulana.
Langkah akademik tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pondok Pesantren Modern Diniyyah Pasia dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga pendidiknya di tingkat global.
Pimpinan pesantren, Ustaz H. Nawazir Muchtar, Lc, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan prestasi yang diraih oleh salah satu pengajarnya itu.
“Kami sangat bangga atas kiprah Ustaz Ikhsan. Beliau menjadi contoh nyata bahwa guru pesantren mampu berkontribusi dan bersuara di level dunia,” ujarnya.
Dengan semangat tersebut, Diniyyah Pasia terus memperkuat jejaring akademik internasional serta mendorong para tenaga pendidiknya untuk memperdalam ilmu di berbagai lembaga ternama di dunia Islam, guna memperkokoh peran pesantren sebagai pusat pembelajaran bahasa Arab dan studi Islam modern.(*)





