INGATLAH.COM – Pertumbuhan ekonomi Kota Sawahlunto pada 2024 tercatat hanya 4,02 persen, melambat dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang sebesar 4,46 persen.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sawahlunto, Arieswaty, menjelaskan penurunan kinerja ekonomi daerah ini terutama dipicu oleh merosotnya produksi batubara.
“Menurunnya produksi batubara berdampak langsung terhadap kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) Kota Sawahlunto,” ujar Arieswaty, Selasa (16/9).
Meski demikian, beberapa sektor masih memberikan andil cukup besar terhadap perekonomian kota.
Industri pengolahan menyumbang 11,23 persen, perdagangan besar dan eceran 15,47 persen, konstruksi 10,96 persen, serta administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib sebesar 12,07 persen.
Selain itu, terdapat tujuh lapangan usaha yang tumbuh di atas 5 persen, di antaranya perdagangan besar/eceran (5,07 persen), transportasi dan pergudangan (5,37 persen), penyediaan akomodasi dan makan minum (6,44 persen), jasa perusahaan (5,11 persen), administrasi pemerintahan (5,54 persen), jasa kesehatan dan kegiatan sosial (5,03 persen), serta jasa lainnya (8,80 persen).
“Jika dilihat dari kontribusinya, ekonomi Sawahlunto dengan batubara tumbuh 4,02 persen, sedangkan tanpa batubara lebih tinggi, yakni 4,51 persen. Pada 2023 lalu, dengan batubara 4,46 persen dan tanpa batubara 4,72 persen,” kata Arieswaty.





