Berita

Enam Remaja Terjebak di Air Terjun Sarasah, Tim SAR Berhasil Lakukan Evakuasi

×

Enam Remaja Terjebak di Air Terjun Sarasah, Tim SAR Berhasil Lakukan Evakuasi

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi enam remaja yang terjebak di kawasan Air Terjun Sarasah, Kecamatan Bukit Barisan, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, Jumat (5/9/2025) malam.

Satu dari enam korban mengalami cedera akibat terpeleset, sementara lainnya kelelahan dan tidak bisa keluar dari lokasi secara mandiri.

Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa operasi penyelamatan bermula dari laporan seorang korban selamat bernama Ara pada pukul 18.50 WIB. Ia mengabarkan bahwa enam temannya masih terjebak di lokasi air terjun dan membutuhkan bantuan segera.

Baca Juga  Marisa Putri Menanti Vonis di Ruang Sidang Soebekti PN Pekanbaru

“Begitu menerima laporan, kami langsung mengirim empat personel dari Pos SAR Lima Puluh Kota sekitar pukul 19.00 WIB,” kata Abdul Malik, Sabtu (6/9/2025).

Proses Evakuasi

Tim SAR menempuh perjalanan sejauh 34,2 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.

Mereka tiba di lokasi pukul 20.35 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait yang sudah lebih dulu berada di lapangan, antara lain BPBD Payakumbuh, Damkar, PMI, serta warga sekitar.

Proses evakuasi berlangsung kondusif berkat kerja sama tim gabungan. Pada pukul 22.25 WIB, korban cedera berhasil dievakuasi bersama lima temannya dan langsung dibawa ke RSUD Ahmad Darwis Suliki untuk mendapatkan perawatan medis.

Baca Juga  ABK Tenggelam di Perairan Kepulauan Meranti, Tim SAR Lakukan Pencarian Intensif

Operasi resmi ditutup pukul 22.35 WIB setelah seluruh korban dinyatakan selamat.

Apresiasi untuk Tim Gabungan

Abdul Malik menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari 4 personel Pos SAR Lima Puluh Kota, 8 personel BPBD Payakumbuh, 4 personel Damkar, 4 personel PMI, 5 relawan Potensi SAR, 4 perangkat nagari, hingga 25 warga yang ikut membantu di lapangan.

“Seluruh korban berhasil selamat. Ini menjadi bukti bahwa kolaborasi dan kesiapsiagaan sangat penting dalam menghadapi situasi darurat,” tutup Abdul Malik. (*)