Utama

Dua Nyawa Melayang, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Pasaman Barat

×

Dua Nyawa Melayang, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Pasaman Barat

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Maut di Pelalawan, Pemotor Wanita Tewas Usai Hantam Truk Parkir
Ilustrasi kecelakaan. (Foto: Istimewa)

INGATLAH.COM – Sebelum meregang nyawa, ternyata dua pemotor yang tewas kecelakaan maut di Pasaman Barat berupaya mendahului kendaraan besar.

Kanit Laka Satlantas Polres Pasaman Barat, Ipda Holpi menjelaskan peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

“Awalnya, sebuah sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi BA 5979 SAA yang dikendarai Sarwedi (54) mencoba mendahului sebuah truk Hino BA 8161 SU di Jalan Lintas Umum Jorong Padang Timbalun, Nagari Salingka Muaro, Kecamatan Sungai Aur,” katanya.

Namun nahas, motor korban tersenggol sisi kanan truk hingga oleng dan terjatuh.

Baca Juga  Siaga Bencana! BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sumbar 25–27 November

Dua penumpang yang dibonceng Sarwedi, yakni Tuti Hastari (27) dan Radwa Salsabil (12), langsung terlindas ban belakang truk.

Keduanya meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Puskesmas Sungai Aur.

“Saat berusaha mendahului, motor korban tersenggol sisi kanan truk. Dua penumpang terjatuh ke bawah ban dan meninggal dunia,” jelas Ipda Holpi, Kamis (4/9/2025).

Tuti, seorang swasta berusia 27 tahun, dan Radwa, pelajar 12 tahun, merupakan warga Jorong Bayang Tengah.

Jenazah keduanya telah dimakamkan di kampung halaman.

Sementara itu, pengendara motor, Sarwedi, mengalami luka serius di wajah dan tangan.

Baca Juga  Dua Langkah Mahyeldi-Vasko untuk Atasi Perilaku Tawuran Remaja di Sumbar

Ia kini menjalani perawatan intensif di RSI Yarsi Pasaman Barat.

Polisi juga mencatat, Sarwedi tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

Barang bukti berupa sepeda motor Scoopy yang rusak di bagian kiri telah diamankan.

Sedangkan sopir truk, Dedy Efendi, tengah dimintai keterangan polisi. Kerugian material ditaksir mencapai Rp500 ribu.

Polisi kembali mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat berkendara, terutama ketika mendahului kendaraan besar, serta memastikan kelengkapan surat-surat resmi.

“Kejadian ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan,” tegas Holpi.(*)