Agam – Seleksi terbuka jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Agam memasuki babak akhir. Panitia Seleksi (Pansel) menetapkan tiga nama calon terbaik dari sepuluh kandidat sebelumnya untuk disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri melalui Gubernur Sumatera Barat.
Ketiga calon tersebut adalah M. Lutfie AR (Kepala DPMPTSP Agam), Rahmat Lasmono (Kepala Bappeda Agam), dan Welfizar (Inspektur Agam).
Mereka diproyeksikan menggantikan Drs. Edi Busti, Sekda Agam saat ini, yang segera memasuki masa purna tugas.
Ketua Perkumpulan Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (PJKIP) Sumbar, Almudazir, SS, WU, menyambut baik hasil seleksi tersebut.
Menurutnya, keputusan Pansel yang diketuai Andri Yulika, SH, M.Hum sudah melalui tahapan transparan dan profesional.
“Melihat rekam jejak tiga nama ini, saya yakin mereka mampu melanjutkan peran besar Pak Edi Busti dalam menata birokrasi Agam. Mereka adalah pejabat-pejabat terbaik yang sangat paham kultur dan geografis daerah,” ujar Almudazir, yang juga Wakil Ketua Jaringan Pemred Sumbar.
Ia juga menanggapi adanya suara kekecewaan dari pihak kandidat lain yang tidak lolos ke tiga besar.
“Riak-riak kecil itu wajar, tapi jangan sampai memperkeruh suasana. Proses seleksi ini sudah terbuka dan diketahui publik. Yang penting, satu dari tiga ini akan menjadi Sekda terbaik bagi Agam, bukan untuk segelintir orang, melainkan untuk seluruh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BKP-SDM Agam, Rahmi Artati, menjelaskan bahwa hasil seleksi tiga besar telah diumumkan secara resmi melalui situs Pemkab Agam.
“Ketiganya masih akan mengikuti tahapan lanjutan sesuai aturan, termasuk kelengkapan administrasi dan kesehatan sebelum keputusan final ditetapkan pemerintah pusat,” jelas Rahmi.
Ketua Pansel, Andri Yulika, menambahkan bahwa proses seleksi dilakukan dengan objektif dan akuntabel.
“Keputusan ini mutlak berdasarkan hasil penilaian. Mereka adalah figur-figur terbaik dengan keunggulan masing-masing,” katanya.
Ketiga kandidat pun membawa kelebihan berbeda: Lutfie AR dikenal dengan kekuatan di bidang pelayanan publik dan investasi, Rahmat Lasmono unggul dalam perencanaan pembangunan visioner, sementara Welfizar kuat dalam pengawasan serta integritas birokrasi.
Almudazir menutup dengan pesan menyejukkan agar semua pihak menghormati proses yang telah berjalan.
“Apapun hasil akhirnya, mari kita terima dengan lapang dada. Siapa pun yang dipilih nanti, dialah putra terbaik yang dipercaya memimpin birokrasi Agam untuk lima tahun ke depan,” pungkasnya. (*)





