INGATLAH – PT Hutama Karya (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tengah mematangkan kesiapan puluhan Usaha Mikro Kecil (UMK) di Sumatera Barat agar naik kelas dan mampu terintegrasi ke dalam ekosistem Jalan Tol Padang–Sicincin.
Upaya ini dikemas dalam rangkaian pelatihan lima bulan bertajuk Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026 di Rumah BUMN Padang.
Pada pertemuan keempat yang digelar 20–21 November 2025, sebanyak 50 UMK binaan dari Kota Padang dan Kabupaten Padang Pariaman menerima materi penting tentang “Pencatatan Keuangan UMKM dan Pembayaran Digital.”
Materi ini merupakan kelanjutan dari fokus sebelumnya, yaitu manajemen pemasaran dan optimasi marketplace.
Kepala Unit TJSL Hutama Karya, Agus Kosasih, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang sebagai perjalanan komprehensif.
“Pelatihan ini kami rancang sebagai perjalanan pembelajaran selama lima bulan agar UMKM binaan memiliki kemampuan yang lebih utuh, mulai dari pembenahan pencatatan keuangan hingga pemanfaatan pembayaran digital dan kanal pemasaran online,” ujar Agus Kosasih.
Penguatan di aspek keuangan dan pemasaran diharapkan menjadi fondasi kuat bagi UMK binaan, seperti Kopi Kapal Hajidan TAKINI, untuk meningkatkan omzet hingga 50 persen dan memperluas pasar, termasuk memanfaatkan peluang di rest area Tol Padang–Sicincin.
Fokus pada Digitalisasi dan Akuntabilitas
Dalam sesi terbaru, peserta didorong untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha, menyusun pencatatan sederhana, serta mengadopsi aplikasi pembayaran digital.
Seluruh materi disajikan dalam format kelas, workshop, dan klinik bisnis, dengan kolaborasi antara Rumah BUMN Padang, akademisi, dan praktisi usaha.
Salah satu peserta, Sherly Permata Sari (46), pemilik TAKINI dari Kota Padang, mengakui manfaat program ini.
“Pelatihan membuat saya lebih memahami pentingnya membenahi usaha dari dasar, terutama kejelasan informasi produk dan pemisahan pencatatan keuangan usaha dengan keuangan pribadi,” kata Sherly.
Sementara itu, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa program ini adalah komitmen perusahaan.
“Pelatihan UMKM ini memastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya meningkatkan konektivitas, tetapi juga menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar,” ungkap Mardiansyah.
Hutama Karya menargetkan UMK yang berada di “Ring 1” operasional Tol Padang–Sicincin sebagai prioritas pembinaan lanjutan, memastikan mereka siap menjadi tenant langsung atau pemasok produk lokal di ekosistem jalan tol.
Program ini juga selaras dengan dukungan terhadap SDGs dan Asta Cita pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas. (*)





