BeritaMerantiRiau

Karhutla Meluas di Desa Tanjung Peranap Masuk Hari ke-11, 50 Hektare Lahan Terbakar

×

Karhutla Meluas di Desa Tanjung Peranap Masuk Hari ke-11, 50 Hektare Lahan Terbakar

Sebarkan artikel ini

INGATLAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat masih belum kunjung selesai hingga hari ke-11.

Tidak tanggung-tanggung, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai lebih dari 50 hektare termasuk semak belukar dan vegetasi hutan lainnya.

Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar Nopianto, mengungkapkan bahwa berbagai pihak telah dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dan pendinginan di lokasi.

“Kami masih berada di lapangan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Api sempat meluas kemarin pada hari ke-11, namun langsung kita tangani bersama agar tidak semakin meluas,” ujarnya, Rabu (30/7/2025).

Baca Juga  Menteri KLH Tinjau Langsung Titik Panas Terbanyak di Riau, Sampaikan Pesan penting!

Sejumlah peralatan juga dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman, antara lain satu unit alat berat excavator, 10 unit mesin air ministerek, satu unit mesin robin, satu unit mesin besar Tohatsu, satu unit mesin berdaya 9 HP, serta 100 roll selang air.

“Personel yang terlibat di lapangan terdiri dari anggota Polri, TNI, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Tanjung Peranap, serta karyawan PT ITA,” katanya,

Iptu Iskandar menambahkan bahwa pihaknya telah membangun belasan embung sebagai sumber air guna mendukung penanggulangan karhutla. Meski begitu, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Baca Juga  Pemerintah Kerahkan 800 Personel TNI-Polri, KLHK: Perusahaan Lalai Akan Disanksi

Terpisah, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku pembakaran lahan.

“Karhutla di Tanjung Peranap masih dalam proses penyelidikan. Saat ini kami fokus pada proses pemadaman dan pendinginan,” terang AKBP Aldi.

Ia juga menekankan bahwa curah hujan menjadi faktor penting dalam penanganan karhutla secara alami. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk berdoa agar hujan segera turun di wilayah terdampak.

“Mudah-mudahan Karhutla di Tanjung Peranap bisa segera padam. Kita berdoa bersama agar segera turun hujan,” pungkasnya.(*)