INGATLAH.COM – Penyidik Polresta Pekanbaru masih melakukan penyelidikan terkait pembacokan di Jalan Hang Tuah, Pekanbaru.
Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan bahwa seorang perempuan berinisial FY melapor menjadi korban penganiayaan, Minggu (11/8/2024).
Insiden itu dialaminya saat berada di depan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP).
“Insiden itu terjadi akibat perselisihan yang sudah berlangsung sejak perayaan Idul Adha lalu antara FY dan seorang pria berinisial MF,” katanya.
Bery menjelaskan, keduanya terlibat cekcok karena masalah uang parkir di sekitar Masjid Raya Agung Annur Riau.
“Saat itu, MF diduga melontarkan kata-kata kasar kepada FY ketika mereka berselisih soal pembayaran parkir dari seorang pemilik mobil,” katanya.
Tidak terima dengan perlakuan tersebut, FY melaporkan hal ini kepada suaminya.
Suami FY yang tidak terima istrinya diperlakukan kasar, mencari MF untuk menyelesaikan masalah.
Meskipun awalnya sempat dilerai oleh pihak kepolisian, dendam MF ternyata belum padam.
“Sabtu malam, MF melihat FY yang sedang keluar untuk membeli popok. Tanpa peringatan, MF menyerang FY dengan parang,” katanya.
Akibat penyerangan itu, FY mengalami luka serius di tangan dan kaki.
FY mencoba melawan dengan memukul MF menggunakan kayu hingga parang tersebut terlepas dari tangan pelaku.
Teriakan FY terdengar oleh suami dan anaknya yang berada tidak jauh dari lokasi.
“Suaminya berhasil mengamankan parang dari tangan MF dan juga membacok pelaku hingga keduanya terluka,” jelas Kasatreskrim.
Bery mengakui bahwa baik pelaku maupun korban sudah dilarikan ke Rumah Sakit Arifin Achman untuk mendapatkan perawatan.
“Saat ini, pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut lebih lanjut,” jelasnya.(*)





