INGATLAH.COM – Setelah membunuh Ismail Haniyeh, pemimpin politik Hamas, Israel justru semakin was-was.
Pasalnya, Hamas telah menunjuk Yahya Sinwar sebagai pemimpin baru mereka, yang mengindikasikan bahwa upaya Israel untuk melemahkan Hamas gagal.
Kelompok pejuang Islam Palestina ini menunjukkan kekompakan dan persatuannya di bawah kepemimpinan Yahya Sinwar.
Dikutip dari Sindonews.com, Israel Sangat Takut dengan Pemimpin Baru Hamas, Yahya Sinwar dengan lima alasan.
1. Tanggung Jawab Atas Serangan 7 Oktober
Menurut laporan Al Jazeera, Israel menganggap Yahya Sinwar sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan pada 7 Oktober, yang diduga dilakukan tanpa berkonsultasi dengan pimpinan politik Hamas.
2. Kendalikan Sayap Militer dan Politik Hamas
Yahya Sinwar kini mengendalikan sayap militer dan politik Hamas, menjadikannya negosiator utama yang harus dihadapi Israel, mitra regional, dan kelompok Palestina lainnya dalam pembicaraan mengenai pertukaran tahanan atau gencatan senjata di Gaza.
3. Bertahan dari Operasi Pembunuhan Israel
Menteri Luar Negeri Israel, Katz, mengecam penunjukan Yahya Sinwar sebagai pemimpin biro politik Hamas setelah kematian Ismail Haniyeh. Israel berkali-kali melancarkan operasi untuk membunuh Sinwar.
4. Perkuat Hubungan Hamas-Iran
Yahya Sinwar dianggap memperkuat hubungan antara Hamas dan Iran. Menteri Luar Negeri Israel, Katz, menyatakan bahwa promosi Sinwar menunjukkan bahwa masalah Palestina kini sepenuhnya berada di bawah kendali Iran dan Hamas.
5. Posisi Geopolitik Hamas Semakin Kuat
Menteri Pertahanan Israel dan Jerman telah berdiskusi tentang ancaman yang ditimbulkan oleh Iran dan proksinya, menunjukkan bahwa Hamas akan semakin kuat secara geopolitik dengan dukungan Iran. (*)





