INGATLAH – Gunung Marapi, salah satu gunung aktif di Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada Jumat siang, 23 Mei 2025.
Meski aktivitas letusan terjadi, kolom abu tidak dapat diamati secara visual karena puncak gunung tertutup kabut tebal.
Informasi ini disampaikan oleh Teguh Purnomo, petugas dari Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bukittinggi. Menurutnya, erupsi terekam sekitar pukul 12.27 WIB.
“Telah terjadi erupsi Gunung Marapi, Sumatera Barat pada pukul 12.27 WIB,” ujar Teguh dalam keterangan resmi.
Ia menjelaskan bahwa meskipun tidak tampak secara kasat mata, aktivitas erupsi tersebut tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 30,3 mm dan berdurasi sekitar 36 detik.
Hingga kini, status Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, terutama yang berada di sekitar gunung, termasuk pendaki, wisatawan, maupun pengunjung, diimbau agar tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif, yaitu Kawah Verbeek.
Warga yang bermukim di lembah atau sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak Marapi juga diingatkan untuk tetap siaga terhadap potensi bahaya lahar, khususnya saat musim hujan.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diharapkan menggunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan dari gangguan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
Pihak berwenang juga mengingatkan agar tidak menyebarkan informasi palsu (hoaks) terkait aktivitas gunung.
Suasana kondusif di tengah masyarakat perlu dijaga, serta semua pihak diimbau untuk mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pemerintah daerah di wilayah terdampak seperti Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam diminta terus menjalin koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung atau Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi untuk mendapatkan pembaruan informasi yang akurat.
Masyarakat juga dapat memantau perkembangan aktivitas gunung ini melalui situs resmi Badan Geologi di geologi.esdm.go.id, PVMBG di vsi.esdm.go.id, serta portal Magma Indonesia di magma.esdm.go.id. Informasi juga tersedia melalui aplikasi Magma Indonesia di Google Playstore dan akun media sosial PVMBG (@pvmbg_). (*)





