INGATLAH.COM – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan erupsi yang terjadi pada Rabu (21/8).
Suara letusan yang keras terdengar oleh warga sekitar, membuat banyak dari mereka bergegas keluar rumah akibat ketakutan akan bencana yang lebih besar.
“Kami sangat panik, karena ingatan akan letusan Marapi sebelumnya masih segar, terutama banjir lahar dingin yang diakibatkannya,” ungkap Rizal Sutan Mangkuto, warga Jorong Cangkiang, Nagari Batu Taba, Kabupaten Agam.
Menurut Rizal, dentuman kuat dari arah gunung menjadi pertanda awal letusan. Meskipun begitu, ketinggian kolom abu tidak dapat dilihat karena tertutup oleh awan tebal.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kemudian mengonfirmasi bahwa Gunung Marapi meletus pada pukul 12:40 WIB.
Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 30 mm dan berlangsung selama sekitar 48 detik.
Namun, seperti yang telah disebutkan, awan tebal menghalangi pengamatan visual terhadap ketinggian kolom abu.
Sebagai langkah pencegahan, PVMBG meminta masyarakat, termasuk pengunjung dan pendaki, untuk tidak mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, khususnya Kawah Verbeek.
Pihak PVMBG juga memperingatkan penduduk di sekitar aliran sungai yang berhulu di gunung tersebut agar waspada terhadap potensi bahaya lahar, terutama di musim hujan.
Untuk mencegah dampak buruk dari abu vulkanik, seperti gangguan pernapasan, masyarakat disarankan untuk memakai masker pelindung serta perlengkapan lain yang dapat melindungi mata dan kulit.
Selain itu, PVMBG mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sumber air dan membersihkan atap rumah dari abu untuk menghindari keruntuhan atap, terutama jika hujan turun.
Dengan status Waspada yang masih diberlakukan, masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan dari otoritas terkait demi keselamatan bersama. (*)





