INGATLAH – Subdit Gakkum Ditlantas Polda Riau menggelar Operasi Penumbar (Penegakan Hukum Terpadu) di Jalan SM Amin, Pekanbaru, Kamis (08/05/2025).
Operasi ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Gakkum AKBP Lagomo dan melibatkan berbagai instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) Kota dan Provinsi Riau, BPTD Kemenhub, Jasa Raharja, serta Dispenda/Samsat Panam.
Operasi yang dimulai pukul 09.00 WIB ini fokus pada pengemudi angkutan barang dan penumpang.
Selain melakukan penindakan terhadap pelanggaran lalu lintas, petugas juga memeriksa kadar alkohol pengemudi dengan menggunakan alat Drager Alcotest.
Pengecekan juga dilakukan terhadap kelayakan kendaraan, seperti kondisi ban, lampu, rem, serta kelengkapan surat-surat kendaraan.
Sebanyak 94 kendaraan diperiksa dalam razia ini. Dari jumlah tersebut, 38 kendaraan ditindak secara manual, terdiri dari 21 kendaraan yang ditindak oleh Ditlantas Polda Riau, 7 kendaraan oleh Dishub Kota Pekanbaru, dan 10 kendaraan oleh BPTD Kemenhub.
Sementara 30 pelanggaran terdeteksi melalui tilang elektronik (ETLE), dan 26 pengemudi lainnya hanya diberikan teguran atas pelanggaran ringan.
Jenis pelanggaran yang ditemukan meliputi travel gelap, TNKB tidak sah, tidak memiliki SIM dan STUK, hingga pengendara yang tidak memakai helm. Enam sopir angkutan juga menjalani uji alkohol dan dinyatakan negatif.
AKBP Lagomo menegaskan bahwa tujuan utama operasi ini adalah menekan angka kecelakaan dan fatalitas lalu lintas, terutama yang melibatkan angkutan umum dan barang.
“Operasi ini tidak hanya untuk penegakan hukum, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan kendaraan laik jalan,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, petugas juga aktif memberikan edukasi kepada pengemudi tentang pentingnya Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas).
Kegiatan ini berlangsung aman dan kondusif, dengan imbauan kepada masyarakat, khususnya pengemudi angkutan, untuk mematuhi aturan lalu lintas dan memeriksa kondisi kendaraan sebelum beroperasi demi keselamatan bersama.





