INGATLAH – Suasana haru menyelimuti Masjid Raya An Nur Pekanbaru, Sabtu (26/4/2025), saat sepasang lansia melangkah perlahan menuju mimbar untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Dengan tubuh renta dan langkah tertatih, Suraji (78) dan istrinya, Sutiknik (70), mengenakan pakaian muslim rapi, penuh tekad dan air mata kebahagiaan.
Pasangan yang berasal dari Balikpapan ini tak kuasa membendung emosi saat mengungkapkan alasan mereka memilih Islam sebagai jalan hidup.
“Saya ke sini bersama istri untuk melihat anak cucu. Mereka sudah lebih dulu memeluk Islam. Saya ingin ikut bersama mereka. Selain itu, suara azan dan lantunan Al-Qur’an membuat hati terasa damai,” ungkap Suraji sambil terisak di hadapan pembimbing Mualaf Center An Nur, Ustaz Rubianto.
Ia menegaskan, keinginannya masuk Islam bukan hanya karena keluarga, melainkan lahir dari kerinduan untuk menjalankan perintah Allah, termasuk mendirikan salat lima waktu.
Sutiknik, sang istri, turut membagikan alasannya yang penuh ketulusan.
Wanita kelahiran Surakarta, 20 April 1955 ini, mengaku hatinya luluh setiap kali mendengar lantunan azan dan pengajian.
“Saya ingin bisa melaksanakan salat tepat waktu dan beribadah kepada Allah. Hati ini merasa nyaman ketika mendengar azan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Tak hanya pasangan lansia tersebut, seorang pemuda bernama Kelvinatali, kelahiran Jakarta 25 Desember 1985, juga mengambil langkah besar hari itu.
Ditemani seorang wanita yang diduga calon pendamping hidupnya, Kelvin mengungkapkan alasannya memeluk Islam.
“Dulu saya jarang salat di kepercayaan sebelumnya. Di Islam, salat lima waktu diajarkan dan menjadi bagian penting. Itu membuat saya yakin untuk masuk Islam,” ujarnya mantap.
Proses persyahadatan ketiganya dipandu langsung oleh Ustaz Rubianto.
Meski sempat terbata-bata saat melafalkan kalimat syahadat, ketiganya akhirnya berhasil dengan penuh rasa haru.
Sebagai bentuk dukungan, Mualaf Center An Nur memberikan bingkisan perlengkapan salat kepada para mualaf baru tersebut.
Dalam pesannya, Ustaz Rubianto menekankan pentingnya menjaga keistiqamahan dan hubungan baik dengan keluarga meski berbeda keyakinan.
“Setelah ini, mandilah besar sebagai bentuk penyucian diri. Teruslah belajar tentang Rukun Iman dan Islam. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kalian,” pesan Ustaz Rubianto menutup acara penuh berkah tersebut.(thohir)





