Berita

Wakil Bupati Solok Bahas Kolaborasi Pengembangan Pariwisata di Kemenparekraf

×

Wakil Bupati Solok Bahas Kolaborasi Pengembangan Pariwisata di Kemenparekraf

Sebarkan artikel ini

INGATLAH.COM – Wakil Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengunjungi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk menjalin kolaborasi strategis dalam pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Solok.

Dalam pertemuan tersebut, Jon Firman menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat untuk memajukan pariwisata di daerahnya.

“Kabupaten Solok telah melakukan berbagai upaya, seperti pembinaan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan pengembangan potensi wisata. Namun, kami membutuhkan arahan lebih lanjut dari Kemenparekraf agar pariwisata kami bisa lebih terarah dan maju,” ungkapnya.

Jon Firman menyoroti perlunya mengintegrasikan pariwisata Solok dengan prinsip Sapta Pesona, yang mencakup kebersihan, keamanan, dan kenyamanan.

Ia juga menyatakan bahwa pengelolaan sampah dan pengembangan infrastruktur harus menjadi perhatian utama demi meningkatkan kualitas destinasi wisata.

Baca Juga  Kalahkan Istri Epyardi Asda, Pasangan Jon Firman Pandu-Chandra Menangi Pilkada Kabupaten Solok 2024

“Lingkungan yang bersih adalah kunci utama. Selain menarik wisatawan, hal ini juga memastikan pengalaman berwisata yang nyaman dan mendukung keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Solok,” jelasnya.

Dalam pertemuan itu, Wabup Solok menekankan kesiapan Pemkab Solok untuk membuka peluang investasi, baik dalam infrastruktur maupun pengelolaan wisata.

Harapannya, rencana induk pariwisata Kabupaten Solok dapat sejalan dengan kebijakan nasional dan meningkatkan pendapatan daerah.

Di sisi lain, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Titik Lestari, menyambut baik rencana Pemkab Solok.

Ia menyatakan bahwa konsep wisata bersih menjadi prioritas Kemenparekraf dan sejalan dengan visi Pemkab Solok.

Baca Juga  Pemkab Solok Gelar Orientasi Penyusunan RPJMD dan Renstra Perangkat Daerah 2025–2029

“Program wisata bersih tidak hanya mencakup pengelolaan sampah, tetapi juga meningkatkan daya saing destinasi dengan menyediakan fasilitas seperti toilet bersih dan area wisata yang nyaman,” ujar Titik.

Ia menambahkan bahwa Kemenparekraf telah membentuk Satuan Tugas Wisata Bersih untuk mengimplementasikan program ini di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Solok.

“Sinergi ini dapat membantu menjadikan Solok sebagai destinasi unggulan,” tutupnya.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi Pemkab Solok dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis keberlanjutan.

Dengan dukungan Kemenparekraf, Kabupaten Solok diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing. (*)