INGATLAH.COM – Akademisi dan tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang di Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk memberikan suara kepada H Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa, SIP, MH pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Daerah Pemilihan (Dapil) Sumbar, yang akan berlangsung pada 13 Juli 2024.
Prof. Dr. Sufyarma Marsidin, Pd, Rektor Universitas Eka Sakti (Unes) Padang, memuji Leonardy sebagai tokoh yang memiliki empat dimensi penting: pengusaha, aktivis, politisi, dan ninik mamak.
“Pak Leonardy adalah pengusaha yang pernah menjabat Ketua Gapensi Sumbar, aktivis yang terlibat dalam berbagai organisasi, dan politisi berpengalaman yang pernah menjadi Anggota MPR RI serta Ketua dan Wakil Ketua DPRD Sumbar,” ungkap Prof. Sufyarma dalam acara Kupas Biografi: Pengabdian Tak Bertepi Seorang Leonardy Harmainy, yang diadakan oleh Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas) di Hotel Daima Padang, Rabu (10/7/2024).
Leonardy juga dikenal sebagai ninik mamak dengan gelar Dt Bandaro Basa dari Koto Gadang, Kabupaten Agam.
Saidal Masfiyuddin, SH, politisi senior Partai Golkar Sumbar, menyebutkan kontribusi Leonardy dalam pembangunan Sumbar yang tercatat dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD).
“Selama kepemimpinan Leonardy di DPRD Sumbar, berbagai infrastruktur strategis dibangun seperti embarkasi haji, jalan Malalak, jalan Padang-Solok, Masjid Raya Sumbar, dan bendungan lainnya,” jelas Saidal.
Drs. Tarma Sartima, MSi, PhD, Dekan Fisipol Unes, menyoroti gagasan-gagasan Leonardy dalam dunia pendidikan, seperti pengembangan Kuliah Sabtu-Minggu di Unes dan perubahan gelar sarjana di kampus tersebut.
“Kuliah Sabtu-Minggu yang kini menjadi Kuliah Jumat-Sabtu adalah hasil ide Leonardy yang bertujuan untuk mempercepat perkuliahan,” tuturnya.
Syarifuddin Arifin, seorang penyair senior, memuji kepedulian Leonardy terhadap seni dan budaya.
Ia menyebut Leonardy sebagai seorang pendekar seni Minangkabau yang aktif mendengarkan aspirasi seniman dan mendukung pembangunan Taman Budaya Sumbar.
“Leonardy bertemu dengan puluhan seniman untuk mendengar aspirasi mereka mengenai pembangunan Taman Budaya Sumbar,” kata Syarifuddin.
Drs. Firdaus Ilyas, MM, juga menyoroti kontribusi Leonardy di bidang olahraga, khususnya karate.
“Bang Leo banyak jasanya untuk pengembangan karate di Sumbar, termasuk mendatangkan pelatih-pelatih dari luar negeri yang membantu atlet karate Sumbar meraih prestasi internasional,” ujarnya.
Nisfan Jumadil, SH, Wakil Ketua 1 Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumbar, menegaskan bahwa Leonardy merupakan panutan dalam organisasi Pemuda Pancasila, di mana ia pernah menjabat sebagai Ketua MPW selama tiga periode.
“Selama kepemimpinan Bang Leo, Pemuda Pancasila di Sumbar tertib dan berkembang pesat,” kata Nisfan.
Penulis buku Fajar Rusvan menyebut Leonardy sebagai sosok yang besar dan berpengaruh, mengingat latar belakangnya yang kuat dan upayanya untuk memajukan orang di sekelilingnya.
“Leonardy adalah pribadi yang baik dan unik. Biasanya biografi dikupas setelah buku diterbitkan, namun untuk Leonardy, kami mengupasnya sebelum buku itu diterbitkan,” ujar Fajar. (*)




